JOGJA - Pemkot Jogja menerapkan pembatasan akses kendaraan di Jembatan Kewek, Kleringan, Kota Jogja mulai hari Rabu (10/12). Pembatasan dilakukan dengan cara mereset Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di jalur sekitar jembatan dan memberlakukan rekayasa lalu lintas.
"Tidak ada pemasangan (APILL baru), hanya memanfaatkan yang ada. Tinggal mengubah fase sama arahnya saja," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho saat dikonfirmasi Selasa (9/12).
Persiapan pembatasan seperti pengesetan waktu APILL dan lainnya dilakukan Selasa (9/12) bersama Dishub DIY dan pihak kepolisian. Penataan water barrier dan penambahan rambu juga telah dilakukan di sekitar lokasi. Ada 300 water barrier yang akan dipasang.
"Tadi sudah selesai, mungkin besok (hari ini, Red) tinggal crosscheck, arah (rambu lalu lintas) kami sesuaikan. Kita putar ke kanan atau ke kiri biar mengarahkan sesuai dengan flow lalu lintas,” bebernya.
Mulai Rabu, Jembatan Kleringan yang berada di sisi utara Jembatan Kewek diubah menjadi dua jalur. Kendaraan dari timur maupun barat akan diarahkan melewati sisi timur eks TKP Abu Bakar Ali untuk menuju ke Malioboro.
Akses Jembatan Kewek hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua serta kendaraan kecil seperti sepeda dan lainnya. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti bus pariwisata, dilarang untuk melintas.
Skema lalu lintas baru pun akan diterapkan. Pada intinya bagi kendaraan yang menuju Malioboro hanya bisa melalui dua jalan yakni Jalan Mataram dan Abu Bakar Ali. "Sangat meminimalkan kendaraan lewat sana. Kemungkinan motor dan itu pun sangat minim sekali," paparnya.
Baca Juga: Pembangunan Rest Area di Dekat Jembatan Kabanaran Akan Gunakan APBD 2026
Ia tidak menampik potensi terjadinya kepadatan lalu lintas ketika pembatasan diterapkan. Sebab di lokasi itu biasanya juga dilewati oleh banyak kendaraan. Otomatis, jika terdapat pengurangan jalur akan terjadi kepadatan.
"Mau skenario apa pun pasti ada perlambatan. Pengguna jalan juga harus mematuhinya. Ini untuk menyelamatkan jembatan dan baik untuk semua. Rabu pagi kami lakukan, mungkin sekitar pukul 10.00," tambahnya.
Portal pembatas tinggi kendaraan setinggi 3,45 meter juga telah terpasang di pertigaan Kridosono, tepatnya di sebelah barat Kolam Renang Umbang Tirta atau di utara Legend Cafe. Kendaraan dari Stasiun Jogjakarta yang akan menuju Malioboro, diwajibkan memutar terlebih dahulu melalui sisi timur Stadion Kridosono.
Kemudian kendaraan dari Jalan Mataram yang biasanya melewati lajur kanan menuju Jalan Kleringan, mulai besok dialihkan ke lajur kiri. Pengaturan APILL juga diaktifkan untuk mengatur arus baru tersebut.
"Termasuk kendaraan dari arah Kridosono yang akan menuju Malioboro nanti diarahkan melalui lajur timur. Jadi semua kami susun agar tidak terjadi penumpukan,” tegasnya.
Terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo juga menginformasikan terkait uji coba rekayasa lalu lintas di sekitar Jembatan Kleringan. Jembatan itu akan ditutup dan hanya diperuntukkan untuk kendaraan kecil.
"Di Jembatan Kleringan yang di sebelah utaranya (Kewek) itu, pas pertigaan kami pasang lampu, sehingga kendaraan yang dari arah barat, yang dari Jalan Mangkubumi, kemudian kendaraan yang dari arah timur, yang dari Kotabaru memang harus menunggu lampu (APILL) itu,” ujarnya sat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja pasca menghadiri puncak acara Hakordia, Selasa (9/12).
Menurutnya, selama ini penumpukan kendaraan sering terjadi di sebelah timur Kleringan atau dari arah Kridosono dan Kotabaru. Untuk mengantisipasi kemacetan, kendaraan dari arah sana akan dikurangi volumenya.
"Nanti dari pemprov juga akan mengalihkan sebagian bus dari Ring Road Timur, kalau mau ke Jogja lewatnya Jalan Magelang dan tembus daerah Pingit. Pengurangan dilakukan dari hulu dari Ring Road sana," tambahnya. (oso/laz)