BANTUL - Warga di pesisir laut selatan dihebohkan dengan terdamparnya ikan hiu tutul dalam ukuran besar, hampir dengan panjang lima meter. Hewan dengan nama lain Rhincodon Typus ini sempat menepi di Pantai Cemara Sewu, Bantul dan di Pantai Roro Inten, Desa Pagak Kecamatan Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah.
Belum bisa dipastikan apakah hiu tutul yang terdampar di Bantul dan Purworejo itu hewan yang sama atau memang dua ekor. Yang jelas, saat terdampar di Pantai Cemara Sewu diketahui pada Sabtu (6/12) sekitar pukul 22.30. Sementara di Purworejo diketahui pada Minggu (7/12) sekitar pukul 05.00.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis Arief Nugraha mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya ikan hiu tutul yang terdampar di Pantai Cemara Sewu masih dalam kondisi hidup.
"Mendengar adanya laporan, petugas piket SAR Parangtritis dan Ditpolair Polda DIY segera menuju ke lokasi," katanya Minggu (7/12).
Petugas segera mengevakuasi ikan hiu tutul itu agar bisa kembali ke tengah laut dengan dibantu warga sekitar dan pemancing. "Sekitar pukul 23.15 ikan itu dapat dievakuasi ke tengah laut kembali," terangnya.
Evakuasi ikan hiu tutul yang terdampar itu dengan cara mendorong manual ke arah tengah laut.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi meminta jika wisatawan maupun warga menemukan hiu yang terdampar dalam kondisi hidup maupun mati, dimohon untuk melaporkan kepada pengelola atau petugas pantai.
"Bisa di Sarlinmas, bisa ke pengelola, misalnya pengelola Pantai Goa Cemara dan Cangkring. Itu kan ada yang stand by. Di Pantai Pelangi juga stand by," terangnya.
Laporan juga dapat disampaikan melalui Pos AL di kawasan Samas, Pos SAR di Parangtritis dan Pantai Baru, maupun kepada pihak kepolisian setempat. Ini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Untuk yang terdampar di Pantai Roro Inten Purworejo, hiu tutul dengan bobot diperkirakan 1,5 ton itu kali pertama ditemukan dalam kondisi lemas oleh warga. Kepala Desa Pagak Supanut menyampaikan, hiu tutul itu tergeletak di bibir pantai pada pagi hari, sekitar pukul 05.00.
Saat ditemukan, tidak ditemukan adanya luka pada bagian tubuh hiu. "Ya, kejadian tadi pagi (Minggu, Red). Yang menemukan orang mancing," ucap Supanut kepada Radar Jogja Minggu (7/12).
Awalnya warga tidak ada yang berani mendekat ketika pertama hiu muncul ke darat. Namun seiring pengunjung pantai ramai berdatangan, spesies langka itu kemudian menjadi bahan tontonan. Tak sedikit warga datang hanya untuk melihat langsung kondisi hiu terdampar.
"Kalau sering ada hiu ke sini sih tidak. Saya baru mengalami dua kali ini," tambah Supanut. Saat ini hiu tersebut sudah kembali ke laut setelah terseret ombak besar. Warga pun ikut berjibaku dengan mendorong tubuh hiu ke arah laut agar dapat kembali hidup ke habitatnya.
Dia tak bisa memastikan kondisi terakhir hiu itu ketika berhasil lepas dari daratan. "Sekitar pukul 11.30 sudah kembali ke laut. Masih hidup atau tidak, saya kurang tahu," ucapnya.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Purworejo Sutijoso Brahmanto mengatakan, tim sempat menerima laporan keberadaan hiu terdampar di Pantai Roro Inten. Kendati begitu, BPBD cukup kesulitan mengevakuasi hiu lantaran keterbatasan alat. "Info terakhir sudah geser ke laut lagi. Kalau hidup itu domain dinas LH dan Perikanan," ucapnya. (fid/laz)