SOLO - Suasana haru menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (4/11/2025). Dua tamu agung dari Jogja, Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dan KGPAA Paku Alam X datang melayat SISKS Paku Buwono XIII.
Kedatangan dua raja dari dinasti Mataram ini menjadi simbol eratnya persaudaraan antara dua keraton besar di Tanah Jawa. Pantauan Radar Solo Jawa Pos Group, Pengageng Pura Pakualaman KGPAA Paku Alam X tiba lebih dahulu di Keraton Surakarta pukul 10.38.
PA X yang juga wakil gubernur DIY ini disambut langsung KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendro Mataram Purboyo, putra mahkota PB XIII. Tak lama berselang, sekitar pukul 11.53, Sultan HB Ka 10 bersama keluarga turut hadir.
Mereka diterima oleh keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, lalu memanjatkan doa di depan jenazah almarhum PB XIII sebagai bentuk penghormatan terakhir. Dalam kesempatan itu, Raja Keraton Jogja Sultan HB Ka 10 yang datang bersama permaisuri GKR Hemas dan putri-putrinya, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya raja Kasunanan Surakarta itu.
“Saya menyampaikan duka cita. Semoga semuanya berjalan lancar, tidak ada halangan, semoga. Keraton Surakarta, Kasunanan ini juga aman-aman saja, nyaman-nyaman saja begitu,” ujar Sultan yang juga gubernur DIY itu.
Sultan menekankan pentingnya menjaga kesinambungan estafet kepemimpinan di lingkungan adat dan kerajaan. Sebagai bentuk pelestarian tradisi luhur di dua keraton bersaudara itu.
"Semoga regenerasi juga tetap bisa berjalan dengan baik. Karena bagaimana pun kami bagian dari yang harus menjaga tradisi, baik yang di Surakarta maupun yang di Jogjakarta. Jadi harapan saya juga, bagaimana kita bisa meneruskan dengan langgeng, menjadi bagian dari Republik Indonesia," tuturnya.
Sultan turut mendoakan agar Keraton Surakarta tetap dalam suasana tenteram dan harmonis. Terutama dalam masa transisi pasca wafatnya PB XIII. "Semuanya dalam perkembangan antargenerasi yang terjadi, sehingga kita juga bersama-sama bisa berjalan baik," tambahnya.
Setelah memberi penghormatan dan doa, Sultan HB Ka 10 dan Paku Alam X meninggalkan Keraton Solo sekitar pukul 12.19. Sebagai wujud duka mendalam, Keraton Jogja tidak membunyikan gamelan selama lima hari.
"Sembah nuwun sanget beliau berkenan takziah ke Sinuwun (PB XIII). Apalagi beliau (Sultan Jogja) tidak membunyikan gamelan selama lima hari. Kami sangat tersentuh dan semoga hubungan Keraton Surakarta dan Kasultanan Jogjakarta bisa terus berjalan baik," ungkap GKR Tomoer Rumbai, putri tertua PB XIII Hangabehi. (ves/nik/laz)