Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasutri dan Dua Bayi di Dalam Mobil Selamat dalam Tabrakan KA di Prambanan, Tiga Pemotor Tewas di TKP

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 5 November 2025 | 03:30 WIB

 

TERTEMPER: Kondisi mobil hancur seusai mengalami kecelakaan dengan kereta 161 Bangunkarta di perlintasan antara Stasiun Brambanan dan Maguwo, Prambanan, Sleman, Selasa 
TERTEMPER: Kondisi mobil hancur seusai mengalami kecelakaan dengan kereta 161 Bangunkarta di perlintasan antara Stasiun Brambanan dan Maguwo, Prambanan, Sleman, Selasa 

SLEMAN - Kecelakaan hebat antara Kereta Api (KA) Bangunkarta jurusan Jombang-Pasar Senin dengan mobil dan sepeda motor terjadi di palang pintu perlintasan kereta api Prambanan, kemarin (4/11) pukul 10.34. Akibatnya, tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka.


Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menyebutkan, tiga korban meninggal dunia, di antaranya laki-laki berinisial GJAG dan S, lalu perempuan berinisial K. Sementara korban luka yakni OENS dan NSA yang dirawat di RS Bhayangkara. Lalu ada SA, KMP, MA, dan EAS yang dirawat di RSI Jogjakarta.


"Untuk KMP berusia dua tahun, MA dua bulan, dan EAS 1 tahun 7 bulan," terang Salamun kemarin (4/11). Sementara kerugian materi ada tiga unit kendaraan. Mulai satu mobil Toyota Shyenta, satu sepeda motor Honda Vario, dan satu sepeda motor Honda Scopy. Ketiga kendaraan dalam kondisi rusak berat.


Jajaran Polsek Prambanan kini tengah melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan kereta api di palang pintu kereta Prambanan ini. "Total korban ada tujuh orang, tiga meninggal, empat dirawat di rumah sakit," ujar Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (4/11/2025).


Menurutnya, dalam insiden ini menyebabkan satu unit mobil dan dua sepeda motor ringsek karena tertabrak kereta. Pengendara motor diketahui meninggal di tempat dan dibawa ke forensik RS Bhayangkara. Dalam mobil berisi empat orang yakni suami istri dan dua balita. Keempatnya dikabarkan selamat dan dirawat di RS Bhayangkara.


Kronologis secara mendetail pihaknya belum bisa memastikan karena proses masih berjalan. Informasi awal yang ia terima, kendaraan berjalan dari arah utara menuju selatan. Ia tidak mengetahui posisi palang kereta apakah tertutup atau terbuka dan itu masih menjadi bahan untuk pendalaman insiden ini.


"Informasi awal berdasarkan video yang saya terima, itu truk dulu jalan melintasi rel kereta. Kemudian disusul mobil yang menjadi korban adalah mobil merah yang ada di belakang tadi," paparnya.


Korban yang meninggal dunia ada tiga orang dan semuanya pengendara motor. Satu motor berboncengan, satu lainnya mengendarai motor sendiri. Pihaknya juga telah menjenguk pengemudi mobil yang berada di RS Bhayangkara.


"Luka ada di kepala lecet-lecet. Kemudian yang pendampingnya luka di kepala, lecet-lecet dan patah tulang. Identitas korban masih kita data dulu. Yang pasti tadi saya lihat satu orang warga Bantul," jelasnya.

 

Palang Pintu Tak Tertutup

Insiden kecelakaan kereta api tak jauh dari kantor Polsek Prambanan itu, diduga karena palang pintu kereta tidak menutup. Salah seorang warga sekitar, Yesi yang pada saat kejadian berada di sekitar lokasi menceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan itu.


"Kereta melaju kenceng dari arah timur ke barat," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. Pada saat itu, ia tidak mendengar bunyi sirine tanda kereta akan lewat seperti biasanya. Kondisi jalan di sekitar palang pintu kereta saat itu juga sangat padat.


"Waktu saya lihat kendaraan masih lalu lalang, mas e (pengendara motor) yang di belakang (mobil) juga kayak ga ngeh kalau ada kereta mau lewat," bebernya.


Menurut pengamatannya, kereta yang melaju kencang itu sudah membunyikan klakson terus menerus sebelum kecelakaan terjadi. "Dari arah timur itu kereta sudah mlanjer klakson terus," paparnya.


Dua palang pintu kereta informasinya tidak menutup saat kereta melintas. Itu juga dapat dilihat dalam video amatir yang tersebar di sosial media yang merupakan detik-detik sebelum kecelakaan.


"Saya lihat di barat itu palang kereta masih buka semua. Suara sirine juga tidak ada. Dari arah utara ada mobil, belakangnya ada motor. Lha itu kejadiannya langsung nabrak gitu," jelasnya.
Yesi menyampaikan, beberapa saat setelah kejadian ia menengok ke arah pos tempat petugas palang pintu kereta berjaga. Di sana ia melihat seorang petugas menggebrak meja, tepat setelah kejadian kecelakaan.


"Saat saya lihat ke ruangan petugas penjaga palang pintu kereta. Setelah kejadian, petugasnya langsung gebrak meja. Mungkin bingung mau gimana," paparnya.


Ia tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah korban dalam kejadian tersebut. Ia hanya melihat satu mobil dan dua motor tertabrak kereta. "Saya tahunya mobil itu katanya ada empat orang di dalamnya. Kemudian (motor) di belakangnya," jelasnya.


Warga sekitar lainnya yang enggan namanya dikorankan menambahkan saat kejadian berlangsung, ia melihat ada dua motor matic dan tiga satu mobil berwarna oranye yang tertabrak kereta. Satu motor Honda Scopy warna merah dikendarai satu orang, motor satunya dua orang berboncengan dan satu mobil ada tiga orang di dalamnya.


"Di mobil itu yang saya tahu ada satu perempuan dan dua bayi sepertinya," ujarnya.
Ia kaget saat mendengar suara benturan sangat keras yang bersumber dari TKP.

Sepengetahuannya, palang kereta api memang tidak menutup saat kejadian berlangsung. "Satu palang kereta di sebelah selatan patah, karena ditabrak truk yang menyelamatkan diri," jelasnya.


Kronologi detik-detik kejadian laka kereta juga terlihat jelas dalam video amatir yang tersebar di sosial media. Video berdurasi 26 detik itu memperlihatkan kendaraan mayoritas berasal dari arah utara ke seletan.


Satu truk dengan muatan berhasil menabras palang kereta yang tidak menutup secara penuh. Satu mobil dan beberapa kotor di belakangnya tidak sempat lolos ke luar lintasan kereta. Mobil dan beberapa motor itulah yang tertabrak kereta hingga terseret beberapa meter.


Pantauan Radar Jogja, sekitar pukul 12.30 polisi dan petugas kereta sudah berada di lokasi untuk mengamankan lalu lintas. Satu palang kereta sebelah selatan terlihat patah. Beberapa pecahan kendaraan masih berserakan di sekitar lokasi kejadian.


Paling parah adalah sepeda motor Scopy dan mobil Toyota Calya warna oranye ringsek. Terdapat satu stroler bayi yang juga rusak di sebelah mobil. Barang-barang itu sudah dipinggirkan dan diberi garis polisi.


Warga sekitar banyak yang mendatangi lokasi untuk melihat-lihat. Para petugas pun sibuk meneliti di sejumlah titik di lokasi kejadian. (oso/del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kecelakaan #Kapolsek Prambanan #meninggal dunia #palang pintu #garis polisi #dua balita #motor ringsek #forensik #sirine #TRUK MENERABAS #rusak berat