KULON PROGO - Pesisir selatan Bumi Binangun menyimpan potensi abrasi, utamanya di dekat kawasan Yogyakarta International Airport (YIA). Mencegah abrasi meluas, Balai Beaar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengebut pembangunan pengaman pantai.
Kepala BBWSSO Maryadi Utama menjelaskan, bangunan pengaman pantai atau groin terus dikebut pengerjaannya. Di tahun 2025 ini, terdapat dua bangunan groin yang telah menampakkan wujudnya.
"Tahun ini baru dua bangunan. Dilanjutkan tahun 2026 tiga bangunan karena anggaran terbatas," ucap Maryadi Senin (20/10/2025).
Maryadi menjelaskan, pembangunan groin menitikberatkan pada pengamanan pesisir pantai dari ancaman abrasi. Caranya dengan memasang sejumlah pemecah ombak berupa tetrapod berukuran dua ton hingga tujuh ton.
Pemasangan terbagi menjadi lima titik yang tersebar di sepanjang pesisir Pantai Glagah hingga Congot. Dipasangnya ribuan tetrapod ini tak hanya untuk memcahkan ombak. Namun, untuk mengumpulkan sedimentasi pasir yang terbawa ombak. Dampaknya, pesisir pantai tak tergerus abrasi, dan tetap dengan landscape semula.
Pembangunan groin diklaim sebagai kelanjutan dari program sebelumnya. Tahun sebelumnya, BBWSSO telah membangun jetty dan pemecah ombak di dua lokasi. Tepatnya di muara Sungai Bogowonto dan Glagah. Pemasangan ini untuk mencegah abrasi akibat aliran muara sungai.
"Kalau jetty panjangnya 300 meter. Kalau ini 75 meter dengan lima titik tetapi bisa men-cover seluruh pesisir," ungkapnya.
Groin diklaim mampu men-cover area sepanjang pesisir pantai antara muara Sungai Bogowonto hingga Glagah. Lantaran kondisi pantai tergolong kritis akibat abrasi.
Jalan penghubung antara Pantai Glagah dan Congot menjadi saksinya. Beberapa titik menunjukkan jalan hanya berjarak dua meter dari gelombang air.
Pembangunan groin juga berfungsi mengamankan kawasan YIA. Kendati landasan pacu cukup jauh dari bibir pantai, abrasi bisa terus meluas. Mengingat gelombang tinggi laut selatan terkenal akan daya abrasifnya.
Sementara itu, Kordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko membenarkan terjadinya abrasi. Di sejumlah titik sepanjang jalan penghubung pantai ditemukan terdampak abrasi. "Abrasinya sudah dekat jalan. Contohnya 800 meter dari pembangunan groin sudah terlihat," ujarnya. (gas/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita