JOGJA - Dua orang siswa SMAN 1 Jogja menceritakan pengalamannya kala menjadi korban MBG di hari Rabu (15/10) itu. Keduanya merasakan rasa sakit hebat pada bagian perut beberapa jam pasca mengonsumsi menu yang disajikan.
Salah satunya dialmi Kayvella Najwa Audria. Siswa kelas 12 ini mengaku mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi lauk ayam saus barbeque. Gejala awal berupa sakit perut, dirasakan sekitar pukul 20.00, tidak lama setelah ia pulang dari les.
Rasa sakit pada bagian perut itu kemudian berlanjut hingga dini hari. Sehingga membuatnya harus bolak-balik ke kamar mandi sebanyak tiga kali. Pada pagi harinya (16/10), Kayvella masih merasakan sakit hingga membuatnya harus pulang dari sekolah.
“Paginya sekolah, tapi saya kayak mules berkelanjutan di pagi hari, sehingga izin pulang,” ujar Kayvella saat ditemui Jumat (17/10).
Sementara siswa lain, Muhammad Rizki Dwi J menyatakan, sebelum mengalami gejala keracunan ia mengonsumsi dua potong ayam saus barbeque. Lantaran satu potong ayam milik temannya. Dia mengaku tidak merasakan keanehan pada lauk pauk menu MBG itu. Terkhusus dari segi rasa.
Namun sekitar pukul 19.00, dirinya merasakan sakit seperti maag. Rizki menyatakan, pada saat mengalami gejala keracunan ia sempat menganggap hanya masuk angin. Sehingga oleh orang tuanya kemudian hanya diberi minyak kayu putih.
Namun tidak berselang lama perutnya merasakan perih dan dibarengi diare. Kondisi itu yang kemudian membuatnya tidak bisa berangkat sekolah dan harus mengajukan izin kepada pihak sekolah. "Sakit perut yang saya rasakan sempat membuat guling-guling gitu,” beber Rizki.
Sebagaimana diketahui, kasus keracunan MBG yang terjadi di SMA Teladan itu menimpa setidaknya 426 siswa. Dari jumlah itu, empat siswa mengalami gejala keracunan yang cukup parah berupa mual dan diare.
Dua di antaranya Kayvella Najwa Audria dan Muhammad Rizki Dwi J dengan gejala perut mual serta diare. Sementara dua siswa lain masih menjalani pemulihan di rumah masing-masing.
Kepala SMAN 1 Jogja Ngadiya menyatakan, para siswa yang mengalami keracunan sudah ditangani. Bahkan perwakilan dari pihak sekolah juga sudah mengunjungi dua siswa yang belum berangkat kembali.
Dia menyebut, pada saat keracunan dua siswa diduga dalam kondisi tubuh yang kurang fit. Sehingga proses pengobatannya tidak berkaitan dengan dampak keracunan MBG.
"Tadi sudah kami kunjungi utusan guru BK, alhamdulillah sudah membaik. Sudah baik, sudah bisa ngobrol dengan duduk santai. Tapi masih melanjutkan minum obat yang kemarin dari dokter," jelas Ngadiya. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita