JOGJA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah bergulir menimbulkan pro dan kontra, terutama setelah terjadi keracunan di sejumlah daerah. Fawwaz Global Islamic School (GIS) sudah lama memberikan makanan kepada siswanya jauh sebelum MBG ada.
Silang pendapat program MBG kini tengah ramai. Bahkan ada sebagian orang tua dari sekolah swasta di Indonesia yang menolak keras program itu. Alasannya karena masalah keamanan.
Ya, program MBG memang tidak lepas dari polemik. Itu imbas dari banyaknya kasus keracunan akibat kurangnya keamanan pangan yang diberikan kepada siswa sebagai penerima manfaat program besutan Prabowo Subianto.
Fawwaz GIS yang merupakan lembaga pendidikan pra sekolah sekaligus daycare, ternyata sudah lama memberikan program makan kepada siswa. Namun anggarannya murni bersumber dari orang tua melalui biaya sekolah.
Staf Tata Usaha Fawwaz GIS Cantika Anjani mengatakan, program makan kepada siswa sudah diterapkan sejak Fawwaz GIS berdiri 10 tahun lalu. Pemberiannya setiap jam makan siang.
"Orang tua siswa di sini merupakan orang tua yang bekerja, sehingga mereka lebih memasrahkan semua kepada pihak sekolah, termasuk makan siang," ujar Cantika saat ditemui Radar Jogja, Jumat (10/10) lalu.
Menu makanan yang disajikan untuk siswa pun bervariasi setiap hari. Meliputi nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk (ikan, ayam) sebagai protein, sayur (bayam, dan lain-lain), serta buah. Selain makan siang utama, ada juga waktu snack time berupa kue atau buah yang disukai anak.
Pihak sekolah juga rutin berkoordinasi dengan pihak katering sebelum makanan disajikan. Termasuk memastikan keamanan makanan dan kandungan gizi.
"Kami perhatikan betul takaran gizinya. Menu sudah ditentukan oleh sekolah melalui kesepakatan dengan pihak katering," tambah Cantika.
Terkait program MBG, Fawwaz GIS diketahui belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Mungkin karena lembaga pendidikan yang berlokasi Jalan Ipda Tut Harsono, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja itu merupakan yayasan swasta.
Kendati begitu, Cantika mengaku pihak Fawwaz GIS tetap terbuka dengan program tersebut. Namun pihak sekolah akan selalu mengutamakan komunikasi dan persetujuan wali murid sebelum program MBG berjalan.
"Apapun yang akan terjadi di sekolah ini, akan diinfokan kepada wali murid terlebih dahulu. Karena setiap wali murid itu kan ingin anaknya yang terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut Fawwaz GIS juga memastikan kesehatan dan pertumbuhan siswa. Sehingga pihak sekolah pun menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit JIH untuk pemeriksaan kesehatan rutin siswa.
Selain itu juga puskesmas dengan bentuk kerja sama yang dilakukan berupa monitoring pertumbuhan siswa. Meliputi pengecekan tinggi dan berat badan, serta pemberian vaksinasi mirip dengan program posyandu.
Dalam hal pengelolaan makanan, Fawwaz GIS pun memastikan sisa makanan sangat minim. Sebab sudah ditentukan secara pasti jumlah siswa. Sehingga makanan yang disiapkan sesuai porsi.
"Kami juga menegaskan pentingnya edukasi untuk menghabiskan makanan. Sehingga tidak ada makanan yang terbuang," beber Cantika. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita