Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Sembako Melonjak, Bantuan Sembako Jadi Salah Satu Penopang untuk Bertahan Hidup

Cintia Yuliani • Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:50 WIB

 

SEMRINGAH: 100 Warga Kebosungu I, Dlingo, Imogiri menerima bantuan sembako
SEMRINGAH: 100 Warga Kebosungu I, Dlingo, Imogiri menerima bantuan sembako

BANTUL – Harga sembako yang terus merangkak naik membuat masyarakat di Kebosungu I, Dlingo, Imogiri semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mayoritas warga Kebosungu I yang hidup dari sektor pertanian terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang karena penghasilan dari hasil panen tidak sebanding dengan kebutuhan pokok yang kian mahal.

Dukuh Kebosungu I Alfian Muzaki menuturkan, sekitar 85 persen warga di wilayahnya berprofesi sebagai petani.

Namun harga jual hasil pertanian yang rendah tidak mampu mengimbangi tingginya harga beras, minyak goreng, hingga kebutuhan pokok lain.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya keluarga kurang mampu di Padukuhan Kebosungu I termasuk janda dan lansia yang harus bertahan hidup seorang diri.

“Warga kami kebanyakan menengah ke bawah. Penghasilan dari bertani masih rendah,” ungkapnya saat ditemui di salah satu rumah warga di Kebosungu Sabtu (30/8).

Beberapa warga mengaku hanya bisa mengandalkan bantuan sosial untuk menyambung hidup.

Bantuan langsung tunai (BLT) dan paket sembako dari pemerintah, kata dia, menjadi salah satu penopang, meski belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan harian.

"Masyarakat kami notabene petani tentu bantuan sembako sangat bermanfaat untuk warga kami," tuturnya.

Salah satunya dialami Ngadilah, warga penerima bantuan sembako.

Ia mengaku bersyukur atas kepedulian berbagai pihak.

Tinggal bersama satu anaknya, Ngadilah hanya bisa berucap syukur karena sedikit banyak bantuan tersebut meringankan beban.

"Matur nuwun (terima kasih, Red)," kata lansia berumur 79 tahun itu.

Kondisi tersebut juga diakui oleh Kepala Cabang JNE Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Adi Subagyo.

Ia mengatakan, pihaknya bersama komunitas menginisiasi bakti sosial dengan menyalurkan sembako kepada warga Kebosungu I.

“Alhamdulillah bisa terkumpul hingga 100 paket sembako yang kami bagikan kepada warga,” ujarnya.

Selain menjabat sebagai kepala cabang JNE DIY, ketua Asperindo DIY ini mengatakan sembako dipilih karena kebutuhan pangan menjadi persoalan utama masyarakat di tengah harga yang semakin mahal.

Paket bantuan itu pun, kata dia, sebagian besar berupa beras agar lebih bermanfaat untuk warga, terutama ibu-ibu sepuh dan janda yang hidup sendiri.

“Kami melihat ada banyak sekali di Kebosungu janda-janda tua yang butuh bantuan," tuturnya.

Sebenarnya, kata dia, banyak sekali masyarakat yang membutuhkan, apalagi di daerah seperti Kebosungu yang memang masyarakat kebanyakan adalah menengah ke bawah. (cin)

Editor : Bahana.
#Dlingo #bantuan sembako #Bantul