Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bentrok Suporter di Beberapa Tempat usai Laga PSIM Jogja vs Persib Bandung, Satu Bus dan Hiace Rusak

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 26 Agustus 2025 | 03:57 WIB

 

Bus suporter Persib yang sempat diamankan polisi.
Bus suporter Persib yang sempat diamankan polisi.

JOGJA - Pertandingan sepak bola Super League 2025/2026 yang mempertemukan PSIM Jogja dengan Persib Bandung, berujung ricuh di jalanan. Gesekan antarsuporter itu menimbulkan sejumlah kerusakan fasilitas umum.


Laga yang digelar pada Minggu (24/8) di Stadion Sultan Agung, Bantul itu juga dijaga dan diamankan oleh jajaran Polda DIJ. Sebelum pertandingan, rapat koordinasi telah diadakan pada Kamis (21/8) di Wisma PSIM.


"Rapat dihadiri perwakilan dari Polresta Jogja, Polres Bantul, Panpel PSIM, pihak tiket, serta perwakilan suporter Brajamusti dan Maident. Agenda utama membahas langkah-langkah keamanan selama jalannya pertandingan," ujar Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Ihsan kepada wartawan Senin (25/8).


"Dalam pertemuan itu disepakati bahwa kuota tiket akan dibatasi hanya untuk suporter PSIM," bebernya. engambilan keputusan itu dilakukan karena PSSI masih menerapkan larangan bagi suporter tim tamu untuk hadir di setiap pertandingan Liga Super.


Pihak Panpel juga telah menginformasikan hal ini kepada panpel dan perwakilan suporter Persib, mengimbau mereka untuk tidak datang ke stadion. "Saat pertandingan berlangsung, sejumlah suporter Persib tetap hadir di Stadion Sultan Agung," tuturnya.


Situasi di dalam stadion pun sempat memanas, tetapi berhasil dikendalikan oleh petugas. Suporter dari Persib Bandung kemudian dievakuasi menggunakan truk Dalmas Ditsamapta Polda DIY.


Gesekan pun sempat terjadi di Simpang Empat Pingit pasca-pertandingan usai, sekitar pukul 21.00. Satu orang diketahui mengalami luka dan harus menjalani perawatan di RS Bethesda. Peristiwa ini berakhir damai, setelah kedua kelompok suporter bersepakat.


"Kejadian di Pingit memicu reaksi suporter PSIM, yang kemudian menyebabkan beberapa insiden di lokasi lain. Salah satunya perusakan satu bus dan satu unit Hiace yang mengangkut suporter Persib di area parkir Ngabean, Jogja," jelasnya.


Kemudian suporter Persib yang berada di dalam bus berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan Polresta Jogja, Satuan Brimob Polda DIJ, Ditsamapta Polda DIJ, dan TNI menuju Mapolresta Jogja. Di lokasi-lokasi lain juga sempat terjadi gesekan kecil, namun dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan.


"Beberapa korban luka yang diakibatkan insiden itu telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit," tambah Ihsan.


Sementara itu, suporter Persib Bandung (Bobotoh) telah dipulangkan dengan dikawal oleh petugas kepolisian. Pihak kepolisian juga memastikan terkait informasi yang beredar mengenai adanya korban meninggal, Polda DIJ memastikan kabar itu tidak benar dan merupakan hoaks.


Menurutnya, prioritas utama tragedi itu adalah memastikan keselamatan seluruh suporter, baik tuan rumah maupun tamu. "Seluruh suporter Persib sudah berhasil kami evakuasi dan kawal hingga kembali ke daerahnya dengan aman," jelas perwira polisi dengan tiga mawar di pundak itu.

 

Pecah di TKP Ngabean dan Stasiun Lempuyangan

Photo
Photo

Terpisah, Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Gandung Harjunadi mengatakan, bentrokan antardua kubu diduga pendukung tim sepak bola itu terjadi di Tempat Parkir Khusus (TKP) Ngabean dan Stasiun Lempuyangan.


Sebagai informasi, beredar di media sosial bentrok dua kubu suporter sepak bola itu disebabkan karena ada bus yang membawa pendukung Persib menabrak pengguna jalan. Gandung mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu. Termasuk memastikan penyebab bentrok antarkedua kubu itu. "Masih dalam penyelidikan,” ujar Gandung saat ditemui wartawan di Polresta Jogja, Senin (25/8).


Perwira polisi dengan dua balok di pundak itu menyebut, dampak dari bentrokan tersebut ada sejumlah orang mengalami luka-luka. Sementara untuk kendaraan rusak berupa bus dan mobil Hiace kini sudah diamankan di Polda DIY.


Gandung menambahkan, pihaknya juga sudah mengevakuasi kelompok yang diduga berasal dari pendukung Persib pada Senin (25/8) dini hari.


Sebanyak 177 orang dari TKP Ngabean yang diamankan di Polresta Jogja dipulangkan menggunakan bus. Sementara 15 orang yang sebelumnya diamankan di Mako Brimob Polda DIJ di Baciro sudah dipulangkan menggunakan kereta api. "Kelompok yang datang ke Jogjakarta tidak menggunakan atribut," jelasnya.


Terpisah, Manager Humas KAI Daop 6 Jogja Feni Novida Saragih membenarkan kericuhan juga sempat terjadi di Stasiun Lempuyangan. Yakni pada Minggu (24/8) sekitar pukul 22.21 ada calon penumpang KA Kahuripan yang dikejar dari arah pintu masuk Stasiun Lempuyangan.


Akibatnya, calon penumpang itu menabrak kaca pintu gate face recognition hingga pecah. Serpihan kaca kemudian dilakukan pembersihan oleh petugas stasiun.


“Calon penumpang itu kemudian dibawa dan diperiksa di Pos Kesehatan Stasiun Lempuyangan dan memutuskan tetap melanjutkan perjalanan dengan KA Kahuripan,” terang Feni.


Dia memastikan, seluruh pelayanan dan perjalanan KA di Stasiun Lempuyangan tetap berjalan dengan aman dan lancar seperti biasanya. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.


"KAI Daop 6 Jogja menyayangkan adanya kejadian ini dan mengimbau kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan bersama,” imbuh Feni.


Sementara itu, bentrok antara suporter PSIM Jogja dengan suporter Persib Bandung juga terjadi di Kabupaten Sleman. Tepatnya berlokasi di SPBU Ambarketawang, Kapanewon Gamping. 


Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan, kronologi berawal pada Minggu (24/8) sekitar pukul 22.05 personel Polsek Gamping mendapat laporan terkait adanya kesalahpahaman.

 

Selanjutnya mereka mendatangi SPBU di Jalan Wates Km 5 itu untuk meredam dan mengantisipasi keributan. 


"Jadi dilakukan pengamanan satu bus yang berisi sekelompok penumpang yang diduga terlibat kesalahpahaman," terangnya.


Salamun mengatakan, untuk mencegah keributan di area SPBU dan adanya percikan api, rombongan berikut bus yang dikendarai  diarahkan masuk ke Mapolsek Gamping. Sementara kelompok massa yang datang diimbau untuk meninggalkan Polsek Gamping. 


"Lalu bus beserta penumpangnya langsung dievakuasi ke Mako Sat Brimobda Den B Sentolo dengan menggunakan truk Satmobda dua unit," katanya. 


Lalu pada Senin (25/8) pagi, penumpang berikut bus Persib Bandung diantar dan dilakukan pengawalan hingga Purworejo. Salamun mengimbau semua elemen bisa menciptakan suasana kondusif dan aman di Bumi Sembada. (oso/inu/del/laz)

Editor : Herpri Kartun
#bobotoh #bentrok #stadion sultan agung #PSIM #Lempuyangan #Suporter #Brajamusti #polres bantul #persib #bandung #Jogja