SLEMAN - Disposal peluru mortir telah berhasil dilakukan di Dusun Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan pada Selasa (12/8/2025).
Tepatnya berada di aliran anak sungai gendol dengan kedalaman 30 meter dari permukaan tanah.
Pemusnahan bom unexploded ordnance (UXO) dari pesawat bekas perang dunia kedua ini dilakukan oleh Tim Penjinak Bom Gegana Satuan Brigade Mobil Polda DIY.
Pada proses peledakan terakhir disebut turut terekam alat seismograf yang dipasang untuk memantau Gunung Merapi.
Ketua Tim Mitigasi Bencana Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Andika Bayu Aji menjelaskan, pada peledakan keenam tersebut tercatat magnitudo lokalnya sebesar 0,67.
Angka ini jauh lebih kecil dibanding gempa yang biasa terjadi dari gunung api.
"Tidak berdampak dan tidak ada pengaruhnya ke alat maupun aktivitas Merapi," terangnya ditemui dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Kantor Bupati Sleman, Rabu (13/8/2025).
Andika mengatakan jarak lokasi peledakan dengan puncak Merapi sepanjang 12 kilometer.
Peledakan ini terbaca di seismograf Plawangan, Petit Opak, hingga Pasar Bubrah.
Saat peledakan BPPTKG sendiri juga diminta untuk datang di lokasi untuk melakukan pendampingan.
"Jadi kebaca dari lereng bawah terus merambat lewat udara. Tidak lewat tanah," tambahnya.
Kondisi itu membuat pembacaan antara tiap seismograf tidak terjadi secara bersamaan.
Jadi, ada jeda dari setiap stasiun. Berbeda ketika gempa vulkanik yang biasanya hampir bersamaan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa menyebut, kerusakan sebagai dampak peledakan hanya minor saja.
Jumlahnya 13 bangunan. Terdiri dari 11 di Padukuhan Besalen, 1 di Padukuhan Banjarsari, dan 1 di Wukirsari.
Kerusakan meliputi genting pecah 32 buah, galvalum rusak satu buah, dua kaca jendela, satu tembok rumah retak, dan seng tiga lembar.
Selain itu, ada satu pohon sengon.
"Kami langsung upaya memperbaiki, hari ini kami selesaikan dengan kalurahan untuk pemulihan," tambahnya.
Haris menyebut, dari Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan memberikan apresiasi berupa sembako.
Ini menyasar pada 34 rumah terdampak yang mesti melakukan evakuasi ketika ledakan terjadi.
Plt Wakapolresta Sleman AKBP Sutikno yang turut hadir menerangkan, lokasi peledakan dipilih lantaran ideal dan memenuhi standar keamanan.
Kontur tanah terlindungi tebing dengan lapisan pasir dan bebatuan yang dapat meredam efek serpihan, tekanan berlebih, maupun panas berlebih.
Untuk efek ledakan sendiri ada suara dentuman yang menggema hingga radius tiga sampai empat kilometer. Disertai getaran yang dirasakan di permukiman warga.
Sementara untuk sepihan logam bom berhamburan.
Titik terjauh ditemukan sekitar 200 meter dari titik ledakan.
Sementara untuk efek gelombang kejut mencapai 30 sampai 40 meter.
Menyebabkan pohon di sekitar terfragmentasi atau terpotong.
"Kerusakan dan dampaknya sudah diminimalkan," terangnya.
Setelah disposal dilakukan seluruh serpihan telah dibersihkan dan disita.
Hanya menyisakan area tempat peledakan. Dalam proses ini tidak ada korban jiwa maupun luka.
"Apabila masyarakat menemukan benda mencurigakan menyerupai bom dan sejenisnya diimbau segera lapor pada polisi," tambah Sutikno. (del)
Editor : Iwa Ikhwanudin