Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rencana Malioboro Full Pedestrian Kembali Gagal Dilakukan Tahun Ini, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Sebut Kendalanya di Sirip-Sirip

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 13 Agustus 2025 | 02:18 WIB
Suasana Jalan Pajeksan yang menjadi salah satu sirip kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa  (12/8/2025). Rencana Pemkot Jogja menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian.
Suasana Jalan Pajeksan yang menjadi salah satu sirip kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa (12/8/2025). Rencana Pemkot Jogja menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian.

JOGJA - Rencana Pemkot Jogja menjadikan Jalan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian, kembali gagal tahun ini. Permasalahannya terletak pada sirip-sirip di sepanjang jalan itu.


Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, dengan sisa empat bulan tahun ini pihaknya pesimistis mewujudkan kawasan Malioboro pedestrian penuh. Padahal sebelumnya orang nomor satu di Kota Jogja itu yakin rencana tersebut bisa terwujud tahun ini.


Hasto berdalih belum bisa terwujudnya Malioboro sebagai kawasan full pedestrian tahun ini karena ada kendala di sirip-sirip. Lantaran jika Malioboro benar-benar full pedestrian maka sirip harus ditutup agar tidak bisa digunakan sebagai akses kendaraan.


Mantan bupati Kulonprogo dua periode ini menilai, penutupan sirip akan sulit terwujud. Sebab, merupakan akses kendaraan bagi penduduk dan pelaku usaha di Malioboro.


Pun jika sirip harus ditutup, Hasto menyebut harus ada pembebasan lahan agar jalan yang berada di sirip bisa diperluas. Lantaran saat ini sirip-sirip Malioboro tergolong sempit dan tidak dapat digunakan kendaraan roda empat untuk putar balik.


"Sehingga yang bisa saya lakukan parsial lah mungkin, dalam arti belum bisa full,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Timoho, Selasa (12/8/2025).


Keterangan Hasto Wardoyo berbanding terbalik dengan penyampaiannya pada awal bulan Juli lalu. Kala itu dia menyampaikan uji coba Jalan Malioboro full pedestrian harus dilakukan pada tahun ini.


Hasto yakin dengan Malioboro pedestrian penuh akan membuat pelaku usaha, seperti tukang becak kayuh dan kusir andong, lebih sejahtera. Sebab jasa mereka bakal dicari-cari wisatawan karena akses menuju Malioboro hanya bisa dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan tidak bermotor.


Kemudian upaya itu juga untuk mendukung sumbu filosofi yang sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Sekaligus mengurangi polusi udara yang selama ini dihasilkan oleh emisi kendaraan.


"Kalau sudah begitu (pedestrian total, Red) becak dan andong pasti laris semua. Dan tahun ini harus uji coba," ucap Hasto pada saat itu. (inu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#filosofi #hasto wardoyo #Pemkot Jogja #balai kota #pedestrian #wali kota #sirip #Wisatawan #Andong #Malioboro #becak