RADAR JOGJA - Pemerintah Provinsi DIY melalui meluncurkan Go Hidro, aplikasi monitoring telemetri untuk pemantauan data hidrologi.
Go Hidro berbasis internet of things yang bekerja secara otomatis dan real time.
Untuk mengetahui perkembangan sekaligus memberi peringatan terhadap bencana hidrometeorologi yang kerap melanda di Indonesia.
Seperti banjir, kekeringan dan hujan yang tak menentu.
Selain itu, sensor dipasang di titik-titik strategis pada pos hidrologi, untuk memantau tinggi muka air, curah hujan, kecepatan dan arah angin, suhu kelembaban, hingga tekanan Udara.
Simpel, Data Dikirm Lebih Cepat dan Akurat
Semua data dikirim langsung melalui jaringan GSM atau GPRS ke server pusat.
Aplikasi yang di inisiasi Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Enerdi Sumber daya Mineral (Dinas PUPESDM) DIY menjadi solusi dalam menghadapi kebencanaan dengan mengirimkan data lebih cepat yang dapat dipantau melalui aplikasi web dan mobile Go Hidro.
Go Hidro dimanfaatkan proyek strategis nasional, yakni proyek pembangunan jembatan kretek 2 dan juga untuk proyek pembangunan jembatan pandansimo. Dengan system ini Waktu akses data menyusut drastic dari lebih dari 24 jam, menjadi kurang dari lima menit.
Akurasi meningkat hingga 95 persen.
Dan pelaporan yang lambat kini tergantikan oleh sistem digital berbasis cloud.
41 Pos Hidrologi di Yogyakarta Terintegrasi Go Hidro
Saat ini 41 dari 64 pos hidrologi di Yogyakarta, telah terintegrasi dengan Go Hidro.
Sistem ini memberikan peringatan dini banjir dalam hitungan menit, memberi Waktu berharga bagi masyarakat untuk evakuasi.
Prediksi hujan lebih akurat dan pengambilan keputusan, sebab berbasis data.
Go Hidro bukan hanya soal teknologi, tetapi juga inovasi yang dimanfaatkan dalam menjaga keseimbangan alam dan mendorong pengelolaan air yang berkelanjutan yang siap menghadapi bencana.
Masuk Finalis
Inovasi Pemerintah DIY ini masuk menjadi Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik KIPP Kementerian PAN RB Tahun 2025.
Editor : Meitika Candra Lantiva