SLEMAN - Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM bekerja sama dengan Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (Kahgama) telah meluncurkan Jogja Run’nShine, di GIK UGM, Jumat (18/7). Kegiatan ini menjadi momentum perdana hadirnya konsep lari rekreasional yang tidak hanya menekankan aspek olahraga, tapi juga menggabungkan pengalaman multisensori melalui seni, musik, serta kuliner khas Jogjakarta.
Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini menjelaskan, Jogja Run’nShine dirancang sebagai ajang inklusif dan kolaboratif yang terbuka untuk semua kalangan, baik pelari profesional, komunitas olahraga, mahasiswa, wisatawan, hingga keluarga.
Lebih dari sekadar kegiatan lari, tapi menurutnya kegiatan itu juga bertujuan untuk menghubungkan masyarakat lintas usia dan latar belakang melalui perayaan kebudayaan lokal yang meriah, hangat, dan inspiratif.
Selain itu, Jogja Run’nShine merupakan bagian dari kontribusi GIK UGM dalam mewujudkan visi besar Jogja Renaissance atau arah pembangunan strategis yang diinisiasi oleh Sultan Hamengku Buwono X, yang menekankan Yogyakarta sebagai pusat peradaban unggul berbasis ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai keberadaban.
"Jogja Run’nShine bukan hanya tentang lari, tapi tentang menghidupkan kembali energi kota melalui interaksi antarkomunitas, pertunjukan seni tradisional, dan eksplorasi kekayaan lokal. Inilah makna renaissance yang kami bawa," jelasnya.
Tak hanya itu, Alfatika juga menjelaskan konsep acara dalam Jogja Run’nShine ini mengusung prinsip Sinergi 5K, yakni Kampus, Keraton, Kampung, Komunitas, dan Korporasi. Hal itu akan tercermin dalam rute lari dan elemen acara yang mewakili lima pilar penggerak Yogyakarta.
"Pendekatan ini menjadikan Jogja Run’nShine sebagai ruang partisipatif lintas sektor yang menghubungkan institusi pendidikan, komunitas budaya, UMKM kuliner, pelaku seni, hingga sektor swasta," tuturnya.
Sementara, Ketua Kahgama Paripurna P. Sugarda mengatakan, penyelenggaraan Jogja Run’nShine ini merupakan bentuk kontribusi konkret dari para alumni hukum UGM dalam membangun semangat kebersamaan dan cinta terhadap Jogjakarta melalui medium yang kreatif dan sehat. Sehingga harapannya kegiatan itu bisa menjadi ruang eksplorasi kreatif yang menyatu dengan semangat masyarakat.
"Jogja Run’nShine diharapkan menjadi simbol gaya hidup sehat sekaligus perayaan atas kekayaan budaya Yogyakarta," lontarnya. (ayu/laz)