RADAR JOGJA - Setiap tanggal 7 Juli, Indonesia kini resmi memperingati Hari Pustakawan Indonesia.
Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 81/M/2025, sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi pustakawan dalam membangun literasi dan memperluas akses pengetahuan di seluruh pelosok negeri.
Dalam era digital seperti sekarang, peran pustakawan jauh melampaui sekadar menjaga buku di rak.
Mereka menjadi penjaga pengetahuan, penggerak literasi, dan fasilitator belajar sepanjang hayat, sebagaimana ditegaskan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dalam peringatan nasional yang digelar hari ini.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni.
Di berbagai daerah, perpustakaan dan institusi pendidikan menggelar beragam kegiatan: mulai dari diskusi literasi, seminar pustaka digital, hingga peluncuran koleksi berbasis teknologi informasi.
Antusiasme juga terlihat di media sosial, di mana masyarakat turut meramaikan kampanye dengan twibbon, poster digital, dan ucapan terima kasih kepada para pustakawan.
Tahun ini, peringatan mengangkat tema “Pustakawan Berkarya untuk Indonesia Membaca”, menyoroti pentingnya inovasi layanan informasi, digitalisasi koleksi, dan peningkatan kompetensi tenaga pustaka dalam menjawab tantangan zaman.
Melalui Hari Pustakawan Indonesia, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa kemajuan bangsa tidak lepas dari kekuatan literasi yang dikelola secara inklusif dan profesional.
Ke depan, peningkatan kualitas pustakawan dan pemerataan akses perpustakaan akan menjadi bagian integral dari kebijakan nasional di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Peringatan ini menjadi ajakan bersama: menghargai pustakawan bukan hanya sebagai profesi, tetapi sebagai pilar literasi dan pembelajaran sepanjang hayat untuk seluruh rakyat Indonesia. (Tri Advent Sipangkar)