JOGJA - Destinasi wisata edukatif yang dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, Taman Pintar mencatat capaian kunjungan wisatawan belum optimal. Pasalnya, mendekati pertengahan tahun ini kunjunganmya belum mencapai separuh dari target.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Budaya Kota Jogja Karmila mengatakan, hingga bulan April capaian kunjungan di Taman Pintar telah menyentuh 35 persen dari target 769.214 orang. Artinya, baru ada sekitar 269.224 orang yang mengunjungi Taman Pintar.
Meski kini sudah mendekati pertengahan tahun, Karmila mengaku optimistis target kunjungan bisa tercapai. Pun pada tahun 2025 lalu jumlah pengunjung yang datang ke Taman Pintar mencapai 738.683 orang dengan pendapatan Rp. 14,3 miliar.
“Kami masih optimis, karena sejauh ini kami sudah mencapai target tahapan sampai dengan April sebesar 35 persen,” ujar Karmila, Senin (2/6/2025).
Diakuinya, kebijakan seperti larangan study tour dari Jawa Barat memang menjadi tantangan bagi pengelola Taman Pintar untuk mengejar target kunjungan. Sebab selama ini wisatawan asal Jawa Barat cukup mendominasi kunjungan.
Karmila membeberkan, pada bulan Januari setidaknya tercatat ada 111 rombongan pelajar dari Jawa Barat yang mengunjungi Taman Pintar. Lalu pada bulan Februari pun hampir sama karena total rombongan pelajar dari Bumi Pasundan mencapai 110 rombongan.
Kondisi berubah ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang pelajar untuk melakukan study tour. Penurunan drastis tercatat pasca Maret atau setelah bulan puasa. Misalnya pada April hanya ada 7 rombongan pelajar dari Jawa Barat. Sementara bulan Mei hanya 13 rombongan.
“Rombongan study tour asal Jawa Barat yang masih ada hanya sekolah swasta dan ponpes,” beber Karmila.
Sebelumnya, Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) Dr. Destha Titi Raharjana menyampaikan, dampak larangan study tour dari Jawa Barat cukup berpengaruh terhadap berbagai sektor. Mulai dari transportasi, penginapan, kuliner, penjualan souvenir, hingga okupansi hotel.
Apalagi, kata Destha, keberadaan rombongan study tour yang berasal dari kalangan pelajar cukup berperan signifikan mendukung ekonomi pariwisata DIJ. Terlebih ekonomi dengan kategori kecil hingga menengah.
“Produk kreatif lokal yang terjangkau menjadi daya tarik bagi para pelajar yang berkunjung,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin