KULON PROGO - Nasib sial menghampiri Afriansyah, 28, pengemudi truk ekspedisi asal Jakarta.
Bukannya menyelesaikan target pengiriman, pengemudi ini justru disesatkan ke proyek mangkrak Japan Bedah Menoreh, Padukuhan Tangkisan 2, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Jumat (11/4/2025).
Pengemudi truk ekspedisi pengiriman Shopee Afriansyah mengaku hendak mengirimkan furniture dan paket lainnya.
Bertolak dari Jakarta, keesokan harinya truk itu memasuki wilayah Kulon Progo.
"Tujuannya ke hub baru di Kapanewon Kokap," ucap Afriansyah, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (11/4/2025).
Afriansyah mengaku, baru pertama kali mengantarkan barang di wilayah Kulon Progo.
Biasanya pengantaran hanya melewati jalan nasional, tanpa harus melewati wilayah pegunnungan.
Hal ini, membuat dirinya memutuskan mengandalkan aplikasi Google Map.
Setelah memasuki wilayah Kulon Progo dari arah Purworejo, truk ekapedisi diarahkan menuju ke arah Kalurahan Hargorejo.
Bukannya melewati jalan nasional, pengemudi diarahkan melewati jalur tercepat.
Alhasil, truk tersebut melewati jalan bedah menoreh ruas Jalan Tangkisan 2, Kalurahan Hargomulyo.
Seperti yang pernah diberitakan Radar Jogja, ruas jalan bedah menoreh ini mangkrak.
Lantaran, sejak wacana adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur, Jalan Bedah Menoreh tak kunjung diperbaiki.
Bahkan masyarakat terpaksa menambal jalan berlubang dengan tanah.
Namun, hal ini justru memperparah keadaan saat hujan melanda.
"Disesatkan map, awalnya jalannya bagus, masuk ke dalam jalannya berlubang, menanjak, dan licin," ungkapnya.
Sesampai di lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, truk ekspedisi tak kuat menanjak. Lantaran, hendak menghindari lubang.
Truk sempat mundur untuk mendapatkan tenaga. Namun, karena jalan belubang dan licin truk justru berjalan mundur.
Afriansyah mengaku, truk yang dikemudikannya hampir terjun ke jurang yang berada di sisi jalan.
Untungnya, kendaraan itu tertahan gundukan tanah dan pohon. Saat kejadian itu, warga otomatis membantu.
Namun, truk sudah terjebak dan membutuhkan bantuan alat berat.
"Kapok lewat sini, untungnya ada warga dan relawan yang membantu," ungkapnya.
Sekitar pukul 12.30 WIB truk berhasil mendapat pertolongan dari relawan dan komunitas Sedulur Resceu Jogjakarta.
Relawan Evakuasi Cornelius Hadi Susilo menyampaikan, proses evakuasi tergolong cepat.
"Sekitar 15 menit, bantuan dua armada mobil dari relawan," ungkapnya.
Susilo menjelaskan, pihaknya pertama kali harus mengangkat truk yang telah terperosok.
Kemudian menarik truk. Lantaran, posisi truk berada di tengah tanjakan.
Usai dievakuasi, truk dan pengemudi melanjutkan perjalanan dengan pendampingan relawan.
Pasalnya, medan yang dituju tak mudah untuk dilewati. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva