RADAR JOGJA - Pelanggaran parkir pada lokasi yang tidak sepantasnya menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja. Upaya penanganan pun dilakukan.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengakui ada sejumlah lokasi yang tidak diperuntukkan untuk parkir. Namun masih ada masyarakat atau pelanggar yang belum sadar di lokasi tersebut. Salah satu yang kerap terjadi berada di Jalan Pasar Kembang, tepatnya di depan Stasiun Tugu Jogja.
Menurutnya, petugas sudah sering melakukan penindakan terhadap pelanggar pada lokasi dilarang parkir itu. Yakni dengan cara digemboskan bannya, diperingkatkan secara langsung, hingga dilakukan penilangan oleh aparat kepolisian. Namun pelanggaran masih terus terjadi.
Menghadapi masa libur panjang Lebaran, Agus mengatakan sudah menyiapkan sistem peringatan bagi pelanggar parkir berbasis artificial intelligence (AI). Yakni berupa voice announcer atau peringatan dengan menggunakan pengeras suara.
"Kami gunakan voice announcer berbasis AI pada beberapa titik di Jalan Pasar Kembang, harapannya agar pelanggar sadar. Karena kami juga tidak ingin harus melakukan penegakan-penegakan,” ujar Agus Kamis (20/3).
Selain melakukan upaya antisipasi dengan voice announcer, Agus menyatakan, pihaknya akan meningkatkan intensitas patroli pada titik-titik rawan pelanggaran parkir. Kegiatan patroli maksimal dilakukan hingga pukul 01.00 sekaligus pengamanan arus lalu lintas.
Selain itu, kata dia, Dishub Kota Jogja juga akan berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk melakukan penilangan. Sehingga diharapkan dengan berbagai penindakan itu dapat memberikan efek jera kepada para pelanggar parkir.
“Kami akan optimalkan kemampuan kami dan teman-teman untuk melakukan tugas tersebut,” tegas Agus.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro berharap pemkot, khususnya Dishub dapat bersiap menghadapi lonjakan kendaraan selama masa libur panjang. Menurutnya, harus ada bentuk antisipasi kepadatan berupa rekayasa lalu lintas.
Kemudian, Seno pun menekankan tentang pentingnya penyediaan kantong-kantong parkir di sekitar destinasi wisata. Sehingga wisatawan yang masuk ke Kota Jogja dan berkunjung ke destinasi wisata bisa tetap merasa nyaman.
"Kami berharap ada kesiapan menyambut libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan juga dampak adanya exit tol di Sleman,” pesan politisi Partai Golkar ini. (inu/laz)