RADAR JOGJA - Menjelang akhir Ramadhan, mie instan kerap menjadi kudapan pilihan bagi masyarakat untuk sahur.
Kesibukan dalam mempersiapkan hari raya membuat banyak orang memilih menu yang praktis dan cepat disajikan.
Selain itu, kenikmatan rasa yang ditawarkan membuat mie instan hampir selalu hadir di meja makan saat sahur.
Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang sudah menyetok mie instan sebagai alternatif ketika bosan dengan menu sahur lainnya.
Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi mie instan saat sahur ternyata memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pakar Gizi dari IPB University, Dr Eny Palupi, mengingatkan bahwa kandungan natrium yang tinggi pada mie instan dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Namun, ia tidak melarang konsumsi mie instan selama sahur, asalkan ada beberapa catatan yang harus diperhatikan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh.
“Konsumsi mie instan perlu diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, minimal 1,5 liter per hari. Jika perlu, kurangi sedikit penggunaan bumbu mie instan,” ungkap Dr Eny dikutip dari Radar Bogor.
Selain itu, Dr Eny juga menekankan pentingnya mengimbangi konsumsi mie instan dengan makanan yang kaya akan serat dan protein.
Hal ini bertujuan agar tubuh tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang.
“Misalnya, tambahkan telur atau ayam sebagai sumber protein, serta sayur-sayuran yang kaya serat. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi produk susu seperti yoghurt, susu segar, atau susu kedelai yang tidak terlalu manis. Menu-menu ini cukup sederhana dan tidak memakan banyak waktu untuk disiapkan,” tambahnya.
Baca Juga: Akan Gunakan Mobil Dinas Baru, BKAD Sleman Sebut Pengadaan Mobil Dinas pada Kisaran Rp 900 Juta
Lebih lanjut, Dr Eny berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan kesehatan meskipun disibukkan dengan persiapan hari raya.
Sebab, kesehatan yang terganggu dapat mengurangi kenikmatan dalam merayakan momen Lebaran bersama keluarga.
“Semoga semuanya tetap sehat. Bagi yang sedang dalam perjalanan mudik, tetap hati-hati dan utamakan keselamatan serta kesehatan. Dengan begitu, kita bisa merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita,” pungkasnya. (Samil Ngirfan Al Makki)