Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tahapan Menuju DIY yang Lebih Baik, Peringatan Hari Jadi Ke-270 DIY Angkat Tema Jogja Tumata Tuwuh Ngrembaka

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 13 Maret 2025 | 00:26 WIB
Bazar UMKM di Kompleks Kepatihan Jogja untuk meramaikan peringata Hari Jadi Ke-270 DIY, Rabu (12/3/2025).
Bazar UMKM di Kompleks Kepatihan Jogja untuk meramaikan peringata Hari Jadi Ke-270 DIY, Rabu (12/3/2025).

JOGJA - Peringatan Hari Jadi ke-270 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tahun ini merupakan penyelenggaraannya yang kedua. Adakan berbagai macam kegiatan di bulan Ramadan dengan mengangkat tema Jogja Tumata, Tuwuh, Ngrembaka. 

Hari jadi DIY telah ditetapkan melalui perda 2 tahun 2023. Sejarah penanggalan Hari Jadi DIY ditarik saat peristiwa Perjanjian Giyanti tahun 1755. Setelah perjanjian tersebut, terdapat peristiwa Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I mendirikan Nagari Ngayogyakarta Hadinigrat. 

"Tanggalan Jawanya yakni 29 Jumadil Awal tahun 1680 pas hari Kamis Pon. Konversi masehinya 13 Maret 1755," ujar Kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIY Danang Setyaji saat dikonfirmasi, Rabu (12/3/2025). 

Peristiwa Sri Sultan Hamengku Buwono I yang mendeklarasikan berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat kepada keluarga, kerabat dan abdi dalem pengikutnya itulah yang menjadi penentuan tanggal Hari Jadi DIY. 

Peringatan Hari Jadi DIY tahun ini mengangkat tema Jogja Tumata, Tuwuh, Ngrembaka. Tema tersebut dapat diartikan sebagai tahapan menuju DIY yang lebih baik. Jogja Tumata berarti Jogja yang tertata, diartikan sebagai upaya penataan Jogja sesuai dengan nikai dan budaya yang ada. 

"Setelah tertata kemudian Jogja bisa tuwuh atau tumbuh dengan nilai yang ada. Harapan kedepan Jogja bisa Ngrembaka atau berekembang sesuai dengan jati dirinya," tuturnya. 

Terdapat empat rangkaian utama peringatan Hari Jadi ke 270 DIY yang diselenggarakan. Mulai dari pelaksanaan ziarah tiga makan leluhur DIY yakni Astana Kuthagede atau makam raja-raja Mataram di Kotagede, Jogja. Kemudian Astana Pajimatan atau makam raja-raja di Kecamatan Imogiri, Bantul dan Astana Girigondo atau makam adipati di Kulon Progo.

"Selanjutnya nanti malam ada malam tirakatan di Bangsal Kepatihan, paginya upacara peringatan hari jadi dan dilanjut rapat Paripurna di DPRD DIY," terangnya. 

Banyak event pendukung lainnya yang digelar oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk memperingati Hari Jadi DIY. Salah satunya bazar UMKM yang digelar di kompleks Kepatihan, Jogja. Terdapat juga kunjungan diorama arsip dengan tema pengenalan sejarah DIY, pemutaran film sejarah dan sebagainya. 

 "Secara umum peringatan sama seperti tahun lalu, hari jadi jatuh di bulan puasa. Jadi acara-acara kami sesuaikan," jelasnya. 

Sekretaris Provinsi Beny Suharsono mengatakan semangat peringatan ini adalah keterlibatan aktif masyarakat untuk membangun masa depan DIY. Menurutnya kemajuan peradaban di suatu daerah bukan milik segelintir orang namun milik seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan. 

Baca Juga: BPBD Kota Jogja Catat 17 Dampak Kerusakan Hujan Es Disertai Angin Kencang, Atap Rusak Hingga Pohon Tumbang

"Seperti pada tema Ngrembaka, yakni hutan yang tumbuh dari keberagaman pohon, DIY juga berkembang dari keberagaman ide, aspirasi, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (oso) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pemprov DIY #HUT DIY #Ulang tahun DIY