Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Panjang Imlek dan Isra Mikraj, Penambahan Sampah di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul Tidak Signifikan

Khairul Ma'arif • Selasa, 28 Januari 2025 | 03:15 WIB

 

MENGGUNUNG: Sampah yang berada di TPST Sendangsari sebelum dilakukan pengelolaan.
MENGGUNUNG: Sampah yang berada di TPST Sendangsari sebelum dilakukan pengelolaan.

RADAR JOGJA - Kegiatan masyarakat selama libur panjang Imlek dan Israj Mikraj berpotensi menambah jumlah sampah yang dihasilkan. Namun, penambahan sampah baik di Sleman maupun Bantul justru tidak signifikan.

Kepala UPTD Persampahan Sleman Rita Probowati mengatakan, selama libur panjang ini pelayanan masih berjalan seperti biasa. Dengan kata lain, TPST di Kabupaten Sleman tetap beroperasi.

"Sementara sampah masih flat seperti biasa," katanya saat dikonfirmasi Senin (27/1/2025).

Saat ini, Bumi Sembada sendiri memiliki dua TPST. Yakni TPST Tamanmartani di Kapanewon Kalasan dan TPST Sendangsari di Kapanewon Minggir. Keduanya ditargetkan bisa mengolah sampah 30 ton setiap harinya.

Menurut Rita, apabila dibandingkan dengan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), jumlah sampah yang hasilkan hampir sama. Pada Nataru sendiri jumlah sampah meningkat sekitar sepuluh persen.

"Hampir sama, tidak terlalu signifikan. Ini karena pelayanan juga tetap berjalan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menjelaskan, peningkatan wisatawan selama libur panjang kali ini memang tidak banyak. Hanya sekitar dua hingga tiga persen saja.

"Cuaca diprediksi berawan dan hujan lebat sepanjang periode libur. Ini dipengaruhi faktor ekonomi juga," jelasnya.

Terpisah, Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, penambahan volume sampah saat libur panjang ini tidak begitu signifikan. Sedangkan pada momen Nataru, kenaikan sampah di Bantul tidak mencapai lima persen. “Padahal setiap harinya, produksi sampah di Bantul mencapai 60-75 ton,” ucapnya.

Bahkan tiga hari terakhir, sampah kawasan pantai hanya didominasi sampah alam atau kiriman dari sungai. Khususnya untuk Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. "Tiga hari terakhir ini sekitar 12,5 ton sampah pantai," ujar Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kawasan Pantai Parangtritis Suranta.

Menurutnya, angka tersebut dimulai sejak Sabtu (25/1/2025) hingga Senin (27/1/2025). Jika dipersentasekan, 70 persen berupa sampah alam atau dari sungai, dan 30 persen sisanya sampah wisata.

 Baca Juga: Gagal Curi Poin Lawan Persip Pekalongan dan PSIW Wonosobo, Persak Kebumen Turun Takhta

Dia mengungkapkan, situasi itu terjadi karena sekarang sedang musim penghujan. Dampaknya aliran sungai yang muaranya di pesisir selatan Bantul membawa sampah ke hilir. "Mayoritas itu sampah rumah tangga seperti plastik dan ranting," sambungnya. (del/rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kegiatan #dinas pariwisata #nataru #TPST #Isra Mikraj #Jumlah Sampah #Libur Panjang #Imlek #Sampah #DLH Bantul #Bumi Sembada #Kabupaten Sleman #masyarakat #Wisatawan #signifikan #natal 2024 dan tahun baru 2025