Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mantan Peneliti OpenAI Suchir Balaji Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Ungkap Kekhawatiran Tentang Perusahaan

Izzatul Akmal Fikri • Senin, 16 Desember 2024 | 22:14 WIB

Mantan Peneliti OpenAI Suchir Balaji Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemennya.
Mantan Peneliti OpenAI Suchir Balaji Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemennya.


RADAR JOGJA - Suchir Balaji, mantan peneliti di perusahaan kecerdasan buatan OpenAI, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di San Francisco, Amerika Serikat.

Juru bicara OpenAI mengonfirmasi kabar duka tersebut dengan menyatakan bahwa mereka sangat sedih mendengar berita tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Balaji.

Pihak perusahaan juga mengungkapkan bahwa mereka merasa sangat kehilangan atas peristiwa tragis ini.

Direktur Eksekutif Kantor Kepala Pemeriksa Medis San Francisco David Serranso Sewell mengungkapkan, penyebab kematian Balaji adalah bunuh diri.

Berdasarkan keterangan dari Sewell kepada CNBC, kematian tersebut dipastikan sebagai akibat dari tindakan bunuh diri.

Penemuan jenazah Balaji bermula pada 26 November 2024, ketika Departemen Kepolisian San Francisco menerima panggilan darurat terkait "pemeriksaan kesehatan" di sebuah apartemen di Buchanan Street.

Petugas yang datang ke lokasi kemudian menemukan tubuh seorang pria yang sudah meninggal dan mengidentifikasinya sebagai Balaji.

Polisi menyatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti tindak pidana terkait kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai kasus bunuh diri.

Sebelum kematiannya, Balaji sempat menyampaikan kekhawatirannya mengenai OpenAI, perusahaan tempatnya bekerja.

Ia menuduh perusahaan tersebut telah melanggar undang-undang hak cipta dalam pengembangan chatbot ChatGPT.

Balaji mengundurkan diri dari OpenAI pada awal 2024 dan menyatakan bahwa ia percaya ChatGPT dan chatbot lain berpotensi merusak keberlangsungan komersial individu serta organisasi yang menciptakan data dan konten digital, yang digunakan dalam pelatihan AI.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times pada Oktober 2024, ia menyarankan jika orang sepaham dengannya, mereka harus meninggalkan perusahaan tersebut.

Di tengah segala kontroversi ini, OpenAI terlibat dalam sengketa hukum dengan berbagai penerbit, penulis, dan seniman, yang menuduh perusahaan tersebut menggunakan materi berhak cipta tanpa izin dalam melatih sistem AI.

Gugatan hukum yang diajukan oleh pihak-pihak ini berupaya menuntut pertanggungjawaban dari OpenAI dan mitra utamanya, Microsoft, atas kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#meninggal dunia #chatbot chatgpt #Peneliti OpenAI #bunuh diri #Suchir Balaji