Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PWNU DIY Minta Usut Tuntas Kasus Penusukan Dua Santri Pondok Pesantrean Krapyak oleh Pelaku Miras: Kado Menyakitkan Suasana Peringatan Hari Santri...

Gregorius Bramantyo • Selasa, 29 Oktober 2024 | 21:56 WIB
Massa aksi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan santri Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai wilayah di DIY memadati Mapolda DIY pada Selasa (29/10/2024).
Massa aksi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan santri Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai wilayah di DIY memadati Mapolda DIY pada Selasa (29/10/2024).

RADAR JOGJA - Ribuan massa Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan santri Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai wilayah di DIY memadati Mapolda DIY pada Selasa (29/10/2024). 

Ketua PWNU DIY Zuhdi Muhdlor menuturkan, kedatangan ribuan santri ke Polda DIY ini bukan untuk unjuk kekuatan.

Tetapi untuk menyampaikan dukungan agar kepolisian segera menuntaskan penanganan kasus penusukan dua santri Pondok Pesantren Krapyak.

"Kami bukan untuk 'show of force', tapi 'show of love' kepada pak Kapolda. Terima kasih sekali Pak Kapolda dan jajaran kepolisian di DIY yang telah memenuhi tuntutan-tuntutan kita," katanya.

Zuhdi menyebut, kasus penusukan dua santri Ponpes Krapyak tersebut menjadi kado yang menyakitkan di tengah suasana peringatan Hari Santri 2024 (22 Oktober).

Meski begitu, dia mengapresiasi jajaran kepolisian yang tanggap dan sigap melakukan penindakan. Hingga berhasil menangkap satu per satu terduga pelaku penusukan.

"Kami berterima kasih atas penangkapan para pelaku dan kami siap bekerja sama untuk proses selanjutnya. Kepada Gubernur DIY, kami menyampaikan terima kasih atas respon cepat dalam koordinasi dengan Pemkab dan Pemkot," ucap Zuhdi.

Aksi damai ini ditutup dengan pembacaan salawat, doa bersama, pembacaan sumpah pemuda, dan kemudian massa aksi membubarkan diri secara tertib. 

Kedatangan massa untuk menggelar aksi itu buntut dari kasus penusukan santri Pondok Pesantren Krapyak oleh gerombolan pemuda yang sedang dalam pengaruh miras di Prawirotaman, Jogja Rabu (23/10/2024).

Mereka juga mengecam peredaran minuman keras beralkohol di Jogja.

Massa datang sekitar pukul 09.15 WIB. Ribuan massa datang menuju Mapolda DIY dari berbagai penjuru.

Ada yang datang secara rombongan besar naik bus, ada pula yang datang perorangan menggunakan kendaraan pribadi. Hingga pukul 10.00, masih terlihat massa yang datang berbondong-bondong.

Selain para santri, ada pula rombongan mahasiswa, Banser, Pagar Nusa, Fatayat, Ansor, dan pejabat PWNU DIY.

Kedatangan mereka sempat membuat arus lalu lintas di ringroad utara sekitar Mapolda DIY padat hingga harus dilakukan pengaturan lalu lintas.

Dalam aksi bertajuk “Santri Menggugat” ini, para santri memasang spanduk dan mengangkat tinggi-tinggi poster yang menuntut pengusutan kasus penusukan, serta penolakan terhadap peredaran miras.

Beberapa poster dan spanduk yang dibawa bertuliskan,"Miras Diteguk, Santri Ditusuk - Jogja Darurat Miras", "Usut Tuntas Kasus Penusukan, Santri Tolak Miras!", “Tangkap Semua Pelaku!

Jika Tidak, Jogja Tidak Akan Aman”, hingga "MU rusak karena Onana, akhlak rusak karena Vodka".

Ketua GP Ansor DIY sekaligus koordinator aksi Abdul Muiz menyebutkan, total santri yang hadir dalam aksi tersebut diperkirakan mencapai 7 ribu hingga 8 ribu orang.

Dia menyatakan bahwa aksi kali ini adalah bentuk keresahan para santri atas peredaran miras yang kerap memicu berbagai tindak kriminal.

Termasuk penusukan dan penganiayaan di Prawirotaman, kota Jogja beberapa waktu lalu.

"Tidak ada tempat bagi kekerasan di masyarakat dan kami tidak akan tinggal diam hingga semua pelaku menerima hukuman yang setimpal. Kami tegaskan, jangan sampai hilangnya kepercayaan pada aparatur negara memaksa kami untuk bertindak sendiri di luar koridor hukum," kata Muiz.

Selain itu, dia juga meminta peraturan daerah (Perda) DIY tentang pengendalian, pengawasan minuman beralkohol, serta pelarangan minuman oplosan segera ditinjau ulang dan direvisi.

"Agar lebih efektif dalam mencegah tindak kriminal yang disebabkan oleh konsumsi miras," ujarnya. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Ketua PWNU DIY Zuhdi Muhdlor #kepolisian #usut tuntas #PWNU DIY #Yogyakarta #peringatan hari santri #Mapolda DIY #korban #Miras #Pondok pesantren krapyak #POLDA DIY #penusukan santri Krapyak #Ketua GP Ansor DIY #pelaku #santri