RADAR JOGJA - Maria Livia, perempuan asal Ende Nusa Tenggara Timur ditangkap setelah melakukan aksi pembegalan terhadap driver taksi onlie di kawasan Gunung Anyar Tambak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (1/10/2024).
Aksi nekat ini dilakukan demi mendapatkan uang untuk rencananya pindah ke Australia.
Korban, Pudjiono, yang menjadi driver yang menjadi korban aksi begal tersebut mengalami luka tusuk di bagian wajah dan leher.
Kapolsek Gunung Anyar Iptu Hersa Fatoni mengatakan, Maria memesan taksi online melalui aplikasi online dan melancarkan serangan di tengah perjalanan.
Dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian, Maria mengaku aksi pembegalan itu dilakukan karena ia butuh modal untuk pergi ke luar negeri.
Setelah dua tahun menganggur dan tinggal bersama kakak perempuannya di sebuah apartemen di Surabaya, ia merasa terdesak dan melihat tindakan kriminal ini sebagai jalan keluar.
Maria mengetahui, bahwa mobil curian tersebut bisa dijual seharga Rp 50 juta, uang yang ia anggap cukup untuk mendukung rencananya tinggal di Australia.
Pada pagi hari itu, Maria yang duduk di bangku penumpang belakang, tiba-tiba menyerang Pudjiono dengan pisau dapur, menusuk wajah dan lehernya.
Menurut kesaksian korban, Maria berusaha melumpuhkan dirinya dengan tali untuk menjerat leher.
Namun, karena Pudjiono melawan, Maria nekat menusuknya.
Dengan kondisi terluka, korban dipaksa untuk keluar dari mobil dan pelaku membawa lari mobil Daihatsu Sigra berwarna putih tersebut.
Korban pun keluar dari mobil lewat pintu depan dengan kondisi yang berdarah-darah di bagian leher dan wajah, pengendara lain yang melihat korban, berusaha mengejar Maria dan menutup jalan.
Diduga panik, Maria pun menabrak mobil lalu mencoba kabur ke kawasan perumahan dan berhasil ditangkap oleh warga setempat.
Setelah diselidiki, pelaku memesan taksi online tersebut menggunakan akun yang bukan miliknya.
Setelah kejadian tersebut, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan. Aksi pembegalam ini menambah daftar kejahatan terkait moda transportasi online.
Dan pihak kepolisian kini tengah mengusut kasus ini lebih lanjut. (Salsabila Aulia)