-
KKP RI melakukan peninjauan lokasi pembangunan pabrik es portable hibah KKP RI di Padukuhan Warak, Girikarto, Panggang, Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Pabrik es portabel senilai Rp 1,5 Miliar bakal dibangun di Padukuhan Warak, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Pembangunan pabrik es ini r dalam rangka menunjang mutu tangkapan nelayan. Anggaran pembangunan tersebut berasal dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Hibah dimaksudkan mendukung keberadaan Pelabuhan Gesing yang sudah mulai beroperasi. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Wahid Supriyadi mengatakan, tim pembina Direktorat Pengolahan Ditjen Pengolahan Penguatan Daya Saing KKP telah melakukan verifikasi dan validasi penerima hibah dan lokasi pembangunan pabrik es ini. Pabrik es yang bakal dibangun diproyeksikan dapat memproduksi hingga 1 ton per hari.”Verifikasi dan validasi telah dilaksanakan 26 September,” ujar Wahid, Minggu (29/9/2024).
Dikatakannya, pembangunan pabrik es portabel untuk mendukung keberadaan Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing yang telah beroperasi selama delapan bulan lamanya. Ketersediaan es balok ini untuk menjaga kualitas tangkapan nelayan. Pabrik es tersebut diproyeksikan bakal selesai akhir Oktober mendatang.Baca Juga: Pasokan Es Balok Minim, Sebabkan Ikat Tangkapan Nelayan Gunungkidul Mudah Busuk
Wahid menambahkan, kebutuhan es balok di Gunungkidul mencapai 20 ton per hari. Akan tetapi, produksi pabrik es baru mencapai 10 ton per hari dari pabrik yang terletak di Kalurahan Siraman, Wonosari, Gunungkidul. Pabrik es hibah KKP nanti bakal dikelola oleh Koperasi Panjolo Karto Mukti," tuturnya.
Ketua Koperasi Panjolo Karto Mukti Karyanta mengatakan, pihaknya tengah melengkapi dokumen proposal berupa surat pernyataan lahan bebas sengketa. Pabrik es nantinya bakal memanfaatkan air dari PDAM. "Rencana penandatanganan kontrak pada pertengahan Oktober nanti, kami harapkan dapat berdiri secepatnya," ujar Karyanta. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin