RADAR JOGJA - Belum mereda batik diklaim milik Malaysia, kini kembali marak pengeklaiman budaya Minangkabau berasal dari Negeri Jiran tersebut.
Pernyataan ini muncul dalam acara kompetisi National Costume Show Miss Cosmo 2024 yang diselenggarakan pada Kamis, 19 September 2024.
Miss Cosmo 2024 merupakan ajang kecantikan internasional yang mengangkat tema “Impactful Beauty”.
Slogan ini berarti bahwa kecantikan tidak hanya terletak pada penampilan fisik, tetapi juga mencakup dampak positif yang dapat ditimbulkan seseorang terhadap masyarakat.
Kostum nasional Miss Como Malaysia 2024, Saranya Naidu, dalam kompetisi National Costume Competition Miss Como memicu kontroversi yang cukup besar.
Hal ini disebabkan karena kostum dipakai peserta Malaysia tersebut menampilkan ciri khas baju adat Minangkabau dari Indonesia.
Berbagai media sosial masih ramai dengan komentar marah dari warga Indonesia, mulai dari ungkapan kemarahan, sindiran, hinggaa perasaan belas kasihan.
Kontroversi mengenai kebudayaan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan media sosial, dan salah satunya diunggah oleh akun Instagram @jakarta.keras.
Baca Juga: Hibahkan Mesin dan Perlengkapan Keselamatan Kerja, AKPRIND Optimalkan Bank Sampah di Bantul
“Herann.. Suka banget klaim budaya negara lain. Se-krisis identitas/budaya gitu kah? Hemm,” tulis @fai*** dalam komentar.
“Semiskin itukah negaranya?,” tulis @ahm*** dalam komentar lain.
Semua orang mengetahui bahwa Baju Adat Minangkabau adalah pakaian tradisional yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia.
Pakaian ini memiliki ciri khas, termasuk hiasan kepala yang dikenal sebagai Tengkuluk Talakuang, serta penggunaan kain songket dengan motif khas daerah tersebut.
Sedangkan Malaysia merujuk pada hiasan kepala sebagai bentuk tanduk kerbau runcing ganda yang didekorasi dengan ornament emas dan rumput. (Ahmad Fatkhurohman)
Editor : Meitika Candra Lantiva