RADAR JOGJA - Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, sebagai Menteri Sosial pada Rabu (11/9/2024) pagi di Istana Negara.
Pelantikan ini menempatkan Gus Ipul sebagai pengganti Tri Rismaharini, yang mundur dari jabatannya untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur dalam Pilkada 2024 mendatang.
Gus Ipul bukanlah sosok baru dalam kancah politik Indonesia. Pria kelahiran 28 Agustus 1964 ini memiliki perjalanan karir yang panjang dan beragam, menjadikannya salah satu politisi dengan rekam jejak yang solid.
Saat ini, ia masih menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan, sebuah posisi yang diembannya sejak 26 Februari 2021.
Dalam perannya sebagai Wali Kota, Gus Ipul banyak berfokus pada pembangunan daerah, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pasuruan.
Di kancah politik Jawa Timur, Gus Ipul telah menjabat sebagai Wakil Gubernur selama dua periode, yakni pada 2009 hingga 2019.
Selama dua dekade tersebut, Gus Ipul dikenal dengan pendekatan inklusifnya dalam memimpin, khususnya dalam pengelolaan ekonomi daerah dan upaya mengatasi masalah sosial.
Selain itu, pengalamannya dalam memimpin wilayah besar seperti Jawa Timur membuatnya memiliki pemahaman mendalam mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam bidang sosial.
Tak hanya aktif di pemerintahan, Gus Ipul juga memainkan peran penting di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
Ia masih tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Keterlibatannya di NU menunjukkan kontribusinya yang signifikan dalam menggerakkan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pendidikan.
Gus Ipul juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, sebuah badan otonom NU yang fokus pada pemuda dan pembinaan generasi muda di Indonesia.
Pengalaman bekerja di dalam kabinet juga bukan hal yang baru bagi Gus Ipul. Pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia pernah menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dari Oktober 2004 hingga Mei 2007.
Dalam peran ini, Gus Ipul berfokus pada peningkatan infrastruktur pedesaan, pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja di daerah tertinggal dan transmigrasi.
Kini, sebagai Menteri Sosial yang baru, Gus Ipul menghadapi tugas yang tidak kalah penting.
Dengan latar belakang pengalaman di pemerintahan dan organisasi sosial, Gus Ipul diharapkan dapat melanjutkan berbagai program kesejahteraan sosial yang telah dijalankan sebelumnya, sekaligus membawa inovasi baru untuk membantu masyarakat yang paling rentan.
Ia juga akan memimpin program-program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial yang menjadi prioritas pemerintah di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Gus Ipul menggantikan Tri Rismaharini, yang sebelumnya memimpin Kementerian Sosial dengan fokus pada reformasi birokrasi dan penyaluran bantuan sosial.
Tugas berat menanti Gus Ipul untuk melanjutkan upaya tersebut serta menangani berbagai isu sosial yang kompleks di Indonesia.