SLEMAN - Tingkat partisipasi pekerja perempuan di Kabupaten Sleman meningkat. Oleh sebab itu, perusahaan diminta berkomitmen untuk membuat ruang aman bagi pekerja perempuan.
Berdasarkan data BPS, partisipasi angkatan kerja Kabupaten Sleman pada 2022 mencapai 59,73 persen. Selanjutnya, 2023 meningkat jadi 62,27 persen.
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Wildan Solichin menerangkan, setiap tahun setidaknya ada tiga perusahaan yang dicanangkan sebagai rumah perlindungan pekerja perempuan (RP3). Sementara untuk 2024, hingga kini baru ada satu perusahaan.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan, kerap kali perempuan yang bekerja masih dibebankan pekerjaan rumah. Kondisi ini membuat mereka sangat riskan. "Kami membawa slogan AYOM. Aman, yakin, optimis, melindungi," bebernya.
Menurut Kustini, kondisi rumah yang tidak baik bisa berdampak pada kondisi perempuan ketika di rumah. Begitu pula sebaliknya. "RP3 jadi bentuk preventif agar perempuan tidak dapat kekerasan atau pelecehan. Jadi, kerjanya bisa optimal," tambah Kustini.
Baca Juga: Lampaui Target, Sirilius Dwi Persembahkan Emas dari Cabor Binaraga untuk Kontingen DIY PON XXI-2024
Dia berharap, semua perusahaan bisa mencanangkan RP3. Sementara untuk usaha-usaha kecil, bisa bergabung jadi satu dan membuat komitmen bersama.
Sementara itu, Komisaris PT Saliman Riyanto Raharjo Maharani Divaningtyas berharap, dengan perusahaannya yang dipilih dalam pencanangan RP3 bisa membuat para pekerja perempuan bisa berkembang dan tahu kapabilitas mereka. "Beban ganda perempuan itu sangat berdampak pada aspek fisik dan psikologisnya," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita