RADAR JOGJA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM), liquified petroleum gas (LPG), dan Avtur di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan selatan Jawa Tengah (Jateng) tetap berjalan lancar meski terjadi gempa yang melanda DIY pada Senin (26/8/3034) malam.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) JBT PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menyatakan, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan inspeksi terhadap sarana dan fasilitas penyimpanan serta distribusi yang dikelola perusahaan di DIY dan wilayah selatan Jateng.
Inspeksi ini mencakup Fuel Terminal (FT), Integrated Terminal (IT), dan Aviation Fuel Terminal (AFT) untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap aman.
Menurut Brasto, hasil pengecekan menunjukkan bahwa sarana dan fasilitas di FT Rewulu (Bantul, DIY), AFT Yogyakarta International Airport (Kulon Progo, DIY), AFT Adisutjipto (Sleman, DIY), Fuel Terminal Lomanis (Cilacap, Jateng), Integrated Terminal Cilacap, dan Booster Kutowinangun (Kebumen, Jateng) tidak mengalami kerusakan dan beroperasi dengan normal.
Selain itu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di DIY, Magelang, dan Purworejo juga telah dicek dan dapat beroperasi tanpa masalah.
Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan yang signifikan dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga bersama pengusaha setempat.
Brasto menegaskan dengan kondisi tersebut, penyaluran dan distribusi BBM, LPG, dan Avtur dapat terus dilakukan tanpa hambatan.
Pihaknya juga akan terus melakukan pengecekan dan pengawasan menyeluruh untuk memastikan bahwa kegiatan distribusi berjalan dengan lancar, serta untuk meminimalkan dampak dari gempa yang terjadi.
Sambil menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak gempa yang dirasakan masyarakat, Brasto menekankan komitmen Pertamina untuk terus memastikan ketersediaan energi di wilayah terdampak, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan energi sehari-hari.