Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penggerobak Sampah Susah untuk Buang Sampah, Singgih Raharjo: Ini Hanya Komunikasi yang Belum Terjalin dengan Baik

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 5 Mei 2024 | 00:13 WIB

 

TERTIB: Petugas melakukan pengangkutan sampah di depo kawasan Baciro, Gondokusuman, Jogja, Rabu (25/4). Pemkot Jogja mengubah jam keberangkatan truk pengangkut sampah ke depo lebih pagi.
TERTIB: Petugas melakukan pengangkutan sampah di depo kawasan Baciro, Gondokusuman, Jogja, Rabu (25/4). Pemkot Jogja mengubah jam keberangkatan truk pengangkut sampah ke depo lebih pagi.

JOGJA - Sulitnya membuang sampah di depo-depo di Kota Jogja membuat para penggerobak sampah geram.

Mereka berencana bergerak menggelar aksi dengan mendatangi Rumah Dinas Wali Kota Jogja, Sabtu (4/5/2024) pagi.

Aksi para penggerobak sampah Kota Jogja yang tergabung dalam organisasi penggerobak sampah Mandala, Gembira Loka, dan Karang (Mabukar) menuntut agar Penjabat (PJ) Wali Kota Jogja Singgih Raharjo segera menyelesaikan persoalan sampah.

Namun aksi yang rencananya hendak di gelar Sabtu (4/5/2024) pagi tadi, gagal dilakukan.

Hal itu dikarenakan, para anggota penggerobak sampah Kota Jogja dipanggil untuk menemui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, pada Jumat (3/5) petang.

Dalam pertemuan mereka berembuk dan bernegosiasi cukup lama.

Akhirnya para penggerobak sampah dijanjikan skema membuang sampah dua satu atau dua hari buang, satu hari libur.

Skema itu bisa dimulai jhari ini, Sabtu (4/5/2024).

Namun, jika janji itu dilanggar oleh DLH Kota Jogja.

Ke depan para penggerobak sampah Kota Jogja itu akan kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Rumah Dinas Wali Kota Jogja.

"Harus diprioritaskan untuk membuang sampah. Tidak cuma di depo Mandala saja tapi dibeberapa titik depo di Kota Jogja para penggerobak sampah ini hampir tidak bisa membuang sampah," keluh salah satu perwakilan organisasi penggerobak sampah Mabukar Kita Jogja, Suparman, Sabtu (4/5/2024).

Suparman berharap, ke depan permasalahan sampah-sampah di Kota Jogja itu agar bisa ditangani dengan cepat.

Sebab para penggerobak sampah itu juga mempunyai keinginan supaya Kota Jogja itu benar-benar menjadi Kota yang bebas dari sampah dan bisa menjadi kota bersih dan nyaman ditempati.

"Karena Kota Jogja itu terkenal di dunia pun tahu bahwa Kota Jogja itu adalah Kota Pelajar. Banyak ilmuwan dan banyak orang-orang pintar di Kota Jogja. Tapi kok menanggani sampah itu tidak secepatnya bisa ditangani," harapnya.

Sementara PJ Walikota Kota Jogja Singgih Raharjo saat di temui di Rumah Dinas Wali Kota Jogja menjelaskan permasalahan sampah, saat ini masih dalam masa penyesuaian setelah TPA Piyungan, Bantul yang menampung sampah Kota Jogja, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul ditutup permanen. 


Baca Juga: Patut Dicoba! Rahasia Diet Cepat, 1 Minggu Turun 2kg

Dengan didampingi personil satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Jogja Singgih menjelaskan, saat ini Kota Jogja baru menjalankan desentralisasi sampah.

"Penyesuaian ini kan mulai tanggal 1 Mei kemarin kan disentralisasi sudah penuh. Kemudian kami juga baru menata ritmenya, kapasitas depo, supaya antara depo dengan pengolahan yang sekarang sudah mulai berjalan di TPS3R Nitikan, ya, nanti itu bisa dioptimalkan," jelasnya.

Tak hanya itu saja, Singgih juga menyatakan saat ini juga sudah ada tahapan penyesuaian penjadwalan antara mandiri dan penggerobak itu.

Hal itu memang harus mulai diatur supaya saat pagi hari antrean para pembuang sampah itu tidak terlalu ramai.

"Penggerobak tidak perlu risau, toh itu juga sampah masyarakat Kota Jogja. Dan dipastikan itu adalah sampah dari masyarakat Kota Jogja. Jadi ini yang perlu diatur lagi," ucapnya.

Untuk penanganan secara teknis, ungkap Singgih, akan dilimpahkan ke pihak DLH Kota Jogja.

"Dari pihak Pemkot sendiri juga sudah mengatur ritmenya supaya nyaman semuanya," lanjutnya.

Dikatakan, saat ini pengelolaan sampah di TPS3R Nitikan 60-75 ton volume sampah perhari.

TPS3R Kranon rencananya sudah bisa dioperasikan di minggu pertama bulan Mei ini. Dengan kapasitas volume sampah mencapai 40-45 ton perhari.

"Sebetulnya ini hanya komunikasi yang belum terjalin dengan baik saja di antara penggerobak dan depo. Kan sebenarnya juga sudah ada komunikasi, cuman mungkin dengan perubahan ritme itu perlu penyesuaian. Itu aja sebenernya," tandasnya. (ayu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#DLH Kota Jogja #depo sampah #TPS3R #Penggerobak Sampah #teknis #Membuang Sampah #Pemkot Jogja #komunikasi #TPA Piyungan #Sampah #Desentralisasi Sampah #aksi #Penjabat Wali Kota Jogja #Jogja #Singgih Raharjo