RADAR JOGJA - Belum ada tanda-tanda TPST Piyungan ditutup permanen kemarin (30/4). Masih ada puluhan truk sampah yang masih membuang sampah. Begitu pula dengan pemulung yang masih aktif memilah sampah di lokasi tersebut.
Dari pantauan Radar Jogja, aktivitas pembuangan sampah masih berjalan. Pada pukul 11.30 hingga satu jam ke depan, ada 13 truk yang keluar-masuk TPST Piyungan. Beberapa truk di antaranya, merupakan milik DLH Kota Jogja. Tak hanya itu, terlihat juga dua alat berat berupa ekskavator yang menata sampah agar tidak menumpuk di satu tempat.
Melihat kondisi di lapangan, belum ada tanda-tanda penutupan TPST Piyungan. Pun belum ditemukan tulisan mengenai tanggal penutupan ataupun tanda yang mengindikasikan tempat tersebut akan ditutup. Bahkan masih banyak, lebih dari 50 pemulung atau pekerja pemungut sampah masih beraktivitas seperti biasa.
Menurut keterangan seorang pemulung yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku, bahkan ada ratusan truk yang antre pada Senin (29/4). Selain truk, banyak juga mobil kecil atau pickup yang baknya dipenuhi oleh tumpukan sampah. "Antrean sampai panjang, bahkan sampai ada yang disuruh pulang karena kemarin (Senin, Red) pukul 13.00 TPST Piyungan tutup," ujarnya.
Karena hal tersebut, kendaraan pengangkut sampah tersebut dikatakan sudah antre sejak Subuh. "Hari ini cukup landai kalau dibandingkan kemarin," lontarnya.
"Mungkin orang-orang taunya sudah tutup," sambungnya.
Perihal penutupan yang akan dilaksanakan pada 1 Mei, para pemulung mengaku belum tahu pasti. Dia hanya diberitahu pihak kantor TPST Piyungan, bahwa 30 April dan 1 Mei libur karena tidak ada sampah yang dibuang. "Kabar burungnya, penutupan itu salah satu faktornya mungkin karena adanya protes dari warga sekitar," lontarnya.
Sementara itu, tukang pengambil sampah yang juga tidak mau disebutkan namanya mengaku, mulai mengurangi jumlah pengambilan sampah. "Sekarang prioritas (ambil sampah, Red) di perumahan-perumahan, yang di pasar sudah mulai saya kurangi," ujarnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita