Tren peningkatan masif terlihat mulai dari Rabu (10/4) sampai dengan Sabtu (13/4) kemarin.
Seminggu libur lebaran, total kunjungan wisatawan di Bumi Handayani menyentuh angka 136.205 orang dengan meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,5 milyar lebih.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, pada (10/4) jumlah kunjungan wisata sebanyak 3.148 orang.
Sehari kemudian, melonjak 22.178 orang. Peningkatan kunjungan signifikan terjadi pada Sabtu (13/4) mencapai 52.793 orang.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul Supriyanta mengatakan, destinasi wisata dengan kunjungan terbanyak yakni Pantai Baron dari keseluruhan objek wisata di Gunungkidul.
"Puncak kunjungan terbanyak pada Sabtu kemarin mencapai 10.937 orang yang berkunjung di Pantai Baron," ujar Supriyanta, Senin (15/4).
Kemudian, pantai Wediombo juga dipadati wisatawan mencapai 4.548 orang pada hari puncak libur lebaran.
Supriyanta mengatakan, kepadatan kunjungan juga terjadi di wisata-wisata pantai lainnya.
Kepala Dispar Gunungkidul Oneng Windu Wardhana menyebut, dari total kunjungan selama libur lebaran PAD Gunungkidul yang didapatkan sebesar Rp. 1.550.812.500.
"Dengan total kunjungan 136.205 orang berlibur di Kabupaten Gunungkidul," ujar Windu.
Menurutnya, keuntungan besar juga dirasakan oleh pelaku-pelaku usaha dan penyedia jasa khususnya di objek wisata pantai.
Mulai dari usaha kuliner maupun penyewaan sarana prasarana di objek wisata.
"Libur lebaran kali ini selain dapat mendongkrak roda perekonomian daerah, juga turut berdampak baik pada masyarakat setempat yang menyediakan jasa maupun kuliner," ucapnya.
Windu menjelaskan, dari survey yang dilakukan wisatawan diperkirakan mengeluarkan uang berkisar Rp 242 ribu perorang selama berada di objek wisata.
Sedangkan tarif retribusi masuk objek hanya berkisar dari Rp 10 ribu sampai 15 ribu perorangnya.
"Baik dari jasa transportasi, akomodasi, hingga penyewaan tikar di pesisir pantai sangat laris. terlebih lagi dengan kuliner dan oleh-oleh," pungkasnya.
Editor : Bahana.