RADAR JOGJA - Kecelakaan maut di lajur contraflow Kilometer 58 Tol Jakarta-Cikampek menyebabkan luka yang mendalam bagi para korban, termasuk keluarga dari N dan A, kakak beradik yang hendak pulang kampung ke Kuningan, Jawa Barat.
Perjalanan yang semula penuh harap-harap cemas itu, berubah menjadi tragedi yang tak terbayangkan.
Salah satu anggota keluarga korban, Asep, memberikan kesaksian pahit atas kehilangan yang mereka alami.
"Denger-denger dari ibunya, dia (N dan A) katanya mau ketemu ayahnya. Sedangkan ayahnya sudah nggak ada, itu belum setahun ayahnya meninggal," kata Asep di RSUD Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4).
Dilansir dari Jawa Pos pada Selasa (9/4), N dan A hendak pulang kampung dengan tujuan melakukan ziarah ke makam ayahnya yang baru-baru ini meninggal dunia.
Namun, takdir berkata lain, dan keduanya ikut berpulang ke pangkuan Tuhan dalam kecelakaan tragis ini.
"Mau ketemu di kampung, dalam arti itukan ziarah kan. Tapi kan Allah berkehendak lain," ucap Asep dengan suara gemetar.
Ibu dari N dan A sendiri telah diambil sampel DNA untuk proses identifikasi jenazah.
Saat ini, sampel DNA masih dalam tahap penelitian oleh Tim DVI Polri, dalam upaya menyelidiki dan mengidentifikasi korban.
Kecelakaan ini terjadi di lajur contraflow Tol Jakarta-Cikampek pada kilometer 58, melibatkan tiga kendaraan.
Kendaraan yang terlibat adalah Daihatsu Grand Max yang melaju dari arah Jakarta, Daihatsu Terios, dan bus Primajasa.
"Jadi kecelakaan yang berakibat korban meninggal dunia dan 2 kendaraan terbakar yang melibatkan 3 kendaraan," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4).
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.04 WIB, mengakibatkan kendaraan Grand Max terbakar hebat.
Belum ada kepastian penyebab pasti kecelakaan ini, namun olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) segera dilakukan oleh penyidik untuk mengungkap penyebabnya.
"Kemudian, korban dari bus yang terlibat ini ada 1 luka berat. Kemudian dari kendaraan Terios ada 1 luka ringan. Kemudian dari Grand Max nih kita ada 12 kantong mayat tadi ya yang kita bawa ke RSUD Karawang," jelasnya.
Sayangnya, seluruh korban tewas terbakar dalam kejadian tersebut, sehingga belum dapat diidentifikasi oleh petugas.
Jumlah korban pun masih harus dipastikan ulang. Sampai saat ini, kendaraan Grand Max diketahui berasal dari Jakarta Timur berdasarkan data STNK.
Kecelakaan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban dan juga masyarakat sekitar.
Semoga para korban dapat diberikan kekuatan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.