RADAR JOGJA - Polres Mojokerto Kota masih berada dalam proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran yang melanda Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto pada Kamis (21/3) dini hari.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Somanonasa Marunduri, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan pasti mengenai penyebab kebakaran tersebut.
Sebagai langkah awal, polisi akan menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Saat ini kita fokus pengamanan tempat kejadian perkara dulu," ungkap Kapolres Daniel Somanonasa Marunduri di lokasi kebakaran, dikutip dari Radar Mojokerto pada Kamis (21/3).
Meskipun telah dilakukan pengamatan awal, Daniel belum dapat memastikan secara detail berapa bangunan dan ruangan yang terbakar.
Namun, berdasarkan keterangan dari pihak RS Gatoel, setidaknya ada dua ruang yang hangus terbakar, yakni ruang AK dan S, serta ruang rapat direksi.
"Dari keterangan direktur (Wahyu Harianto) ada dua ruangan," tambahnya.
Meskipun demikian, Daniel kembali menegaskan bahwa pihaknya masih belum dapat memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.
Dia menambahkan bahwa pihak kepolisian akan menunggu identifikasi dari Tim Labfor Polda Jatim untuk mengungkapkan lebih lanjut mengenai kejadian ini.
Kebakaran hebat ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di gedung Rumah Sakit Gatoel yang terletak di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Selain gedung rumah sakit, gedung perkantoran dan arsip milik PT Nusantara Medika Utama yang bermitra dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamina IHC) juga ikut terbakar.
Kebakaran terjadi tepat saat waktu sahur tiba, mengundang keprihatinan masyarakat setempat.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Daniel menekankan bahwa prioritas saat ini adalah keselamatan para pasien dan masyarakat sekitar.
Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dan memastikan keamanan di area tersebut.
Editor : Bahana.