RADAR JOGJA - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT74 dan registrasi PK-LET menuju Surabaya-Jeddah menjadi sorotan setelah beberapa kali melakukan manuver di langit Kota Binjai pada Senin (11/03).
Menurut informasi yang diperoleh dari Instagram @sumatera_talk pada Selasa (12/3), pesawat Airbus A330-941 tersebut menghadapi beberapa masalah dalam penerbangannya.
"Ada masalah, dari Surabaya dia mau ke Jeddah, lagi divert dihabiskan minyak dulu mau mendarat ke Kualanamu (KNO)," demikian bunyi unggahan tersebut.
Dalam video yang diunggah, terlihat pesawat Lion Air melakukan manuver di langit dengan kondisi cuaca yang buruk.
Komentar dari akun @chandrapratama223 menyebutkan bahwa informasinya di Samudera terdapat badai hujan deras dan angin kencang pada waktu itu.
Pada saat itu, akun @fahrul.septian.165 menyampaikan informasi dari pihak KNO yang mengatakan ada perang di satu kampung di India.
Dilansir dari Radar Surabaya pada Selasa (12/3), diketahui bahwa pesawat tersebut membawa jamaah umrah dari Kota Surabaya menuju Jeddah, Arab Saudi.
Menanggapi kejadian ini, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, memberikan keterangan resmi di Medan.
Prihantoro menjelaskan bahwa pengalihan pendaratan tersebut dilakukan karena adanya perubahan waktu pemberitahuan resmi (Notam) dari otoritas di Sri Lanka.
"Notam adalah pemberitahuan penting yang menyatakan penutupan sementara wilayah udara di Sri Lanka," ujarnya pada Senin (11/3).
Lebih lanjut, Prihantoro menegaskan bahwa pengalihan pendaratan ke Bandara Internasional Kualanamu merupakan prosedur standar operasional penerbangan untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan.
"Ini bukan disebabkan oleh masalah teknis pesawat," tambahnya.
Sebelum mendarat di Kualanamu, pesawat Lion Air melakukan holding di wilayah udara Kota Binjai dengan tujuan mengurangi berat pesawat melalui pemakaian avtur atau bahan bakar.
Setelah pendaratan yang sukses, pesawat dijadwalkan melanjutkan penerbangan menuju Jeddah setelah Bandara Colombo, Sri Lanka, dianggap aman untuk melayani penerbangan.
"Pilihan-pilihan yang diambil ini menunjukkan komitmen Lion Air dalam menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat," tegas Prihantoro.
Editor : Bahana.