Arsitektur bangunan SMKN 2 Yogyakarta yang unik dengan pintu dan jendela besar, kolom-kolom kokoh, dan halaman luas yang asri.
Ruang kelasnya pun cukup luas dengan langit-langit tinggi.
Bangunan ini sudah mengalami beberapa kali reonvasi tetapi bentuk arsitektir aslinya masih selalu terjaga, oleh karena itu karna sekolah ini merupakan bangunan bersejarah maka pemerintah memberikan penghargaan BCB (Benda Cagar Budaya).
Bangunan sekolah ini dulunya bernama Princess Juliana School (PJS) yang didirikan pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Belanda.
Konon, PJS pernah digunakan sebagai penjara oleh Jepang saat penjajahan.
Lorong-lorongnya menyimpan cerita mengerikan, termasuk lorong yang menjadi bengkel otomotif, yang dulunya adalah ruang kamar mayat.
Misteri tidak hanya dari bagian bangunannya saja, tapi juga beberapa tempat di dalamnya.
Seperti tangga koridor yang menjadi batas antara SMK Negeri 2 dan 3 Yogyakarta, dikenal sebagai Kulon Ndeso, tempat pembantaian dan pembuangan korban massa kolonial.
Ruang teori matematika pun tak kalah angker. Dianggap sebagai pintu gerbang menuju ruang bawah tanah, konon katanya ruangan ini sering dihuni makhluk halus.
Cerita seram dari siswa dan staf sekolah menjadi bukti bahwa mereka memang ada.