SLEMAN - Kiper RANS Nusantara FC Hilmansyah menyatakan merasa masih banyak yang perlu ditingkatkan dari penampilanya di musim ini.
Sebab, mental, fisik, dan komunikasi di lapangan menjadi evaluasi pemain kelahiran 25 Mei 1997 itu untuk perkembangan kariernya ke depan.
"Karena memang jujur saja, saya itu pendiam. Ya, sebagai kiper itu kan harus sering berkomunikasi dengan rekan-rekan di dalam lapangan untuk memudahkan koordinasi," ujarnya (3/2).
Menurut Hilmansyah, taktik di sepak bola saat ini telah berevolusi. Seorang kiper pun terkadang bukan hanya sebagai penjaga gawang saja.
Melainkan diusahakan bisa berkontribusi dalam build-up penyerangan.
"Menurut saya pribadi, adaptasi kiper modern saat ini kan memang harus bisa build up dari belakang dengan passing-passing pendek bukan hanya soal direct ke striker. Namun, kami juga harus bisa memulai penyerangan mulai dari kiper, jadi bisa dibilang kami terlibat lah dalam penyerangan," katanya.
Performa Hilmansyah saat ini semakin membaik apabila dibandingkan catatan-catatan musim lalu.
Namun, ia tetap tak mau berbesar kepala dan tetap akan berkaca pada data musim lalu.
Tercatat pada musim lalu, Hilman bermain sebanyak 22 kali penampilan dengan merasakan 47 kali kebobolan dan 3 kali nirbobol.
Tapi, pada musim ini Hilman tercacat sudah lebih baik bagi tim. Saat ini ia merasakan 5 kali cleansheet dan hanya 17 kali kecolongan gol.
"Jujur saja, saya belum begitu puas tentang performa saya saat ini, masih banyak kekurangan, dan masih ada yang perlu ditingkatkan. Namun dibandingkan dengan performa musim lalu, lebih baik lah untuk musim ini," jelas pemain kelahiran Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, itu.
Terlebih sebagai penjaga gawang Hilmansyah juga berharap ke depan agar RANS FC tidak banyak kebobolan di setiap pertandingan di musim ini.
"Kami tahu musim lalu RANS FC itu adalah tim yang paling banyak kebobolan dan cleansheet itu mungkin cuma dapat tiga kali. Sekarang ini jumlah nirbobol bertambah dan harapannya bisa semakin meningkat di sisa-sisa pertandingan," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad