Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinpar Bantul Andalkan Desa Wisata untuk Gaet Wisatawan Asing

Gregorius Bramantyo • Senin, 29 Januari 2024 | 02:31 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

BANTUL – Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul mengandalkan desa wisata untuk menarik minat kunjungan dari wisatawan, terutama mancanegara.

Salah satunya dengan konsep pengelolaan wisata berbasis warga atau community based tourism (CBT).

Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, saat ini mulai ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa wisata di Bantul.

Beberapa wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Bantul antara lain berasal dari negara Asia seperti Malaysia, India, dan Qatar.

“Desa wisata di Bantul secara prinsip ada kenaikan kunjungan. Termasuk data wisatawan mancanegara ini sebagian di desa wisata,” katanya, Minggu (28/1).

Ia menilai, potensi wisata alam, budaya dan kerajinan yang ada di desa wisata di Bantul menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Dinasnya pun berkomitmen untuk mengenmbangkan CBT guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa wisata.

"Itu yang menjadi komitmen Bantul untuk mengembangkan CBT dengan basis wisata alam dan budaya. Sekaligus terkait dengan kerajinan kelompok masyarakat,” ujarnya.

Kwintarto berharap pada 2024 ini terjadi pergerakan wisatawan yang berkunjung ke desa wisata.

Ia pun mendorong agar pelaku wisata di desa wisata dapat meningkatkan kapasitasnya untuk mendukung wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana.

Selain itu, Dinpar Bantul juga berupaya meningkatkan kunjungan ke desa wisata ini melalui program pertukaran pelajar atau mahasiswa yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi di daerah tersebut.

Menurut Kwintarto, beberapa kampus yang ada di Bantul sudah menyepakati agar pertukaran pelajar ini nanti diarahkan untuk tidak sekadar antar kampus saja.

“Tapi, para mahasiswa dan pelajar juga diajak ke desa wisata," jelasnya.

Komitmen bersama dalam meningkatkan kunjungan wisata ke desa wisata tersebut sudah disepakati bersama dalam diskusi forum perguruan tinggi bersama pemerintah daerah dan pengelola desa wisata di Bantul.

Kwintarto menjelaskan, setidaknya ada 12 desa wisata dari total 50-an desa wisata di Bantul yang dilibatkan dalam program tersebut.

Belasan desa wisata perwakilan tersebut dinilai layak dan siap untuk menerima kunjungan wisatawan domestik, bahkan wisatawan mancanegara.

"Layak baik produknya, daya tarik, termasuk dengan layanan yang sudah disiapkan para pengelola desa wisata. Apalagi setiap perguruan tinggi di Jogja sebagian besar punya program pertukaran pelajar dengan mahasiswa asing," ucap mantan panewu Sewon ini.

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinpar Bantul Markus Purnomo Adi menambahkan, pihaknya telah melakukan promosi desa wisata melalui berbagai platform untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata.

Selain itu, Dinpar Bantul juga turut mempromosikan potensi yang ada di desa wisata melalui Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Ipung, sapaannya, menyampaikan, desa wisata perlu meningkatkan pelayanannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata.

“Untuk pengelola desa atau destinasi yang paling penting adalah pelayanan. Unsur utamanya keselamatan, kebersihan dan kenyamanan,” tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#CBT #Dinpar Bantul #desa wisata