RADAR JOGJA – Teki ladang (Cyperus rotundus L.) dikenal sebagai gulma yang sangat kuat karena kemampuannya untuk terus tumbuh setelah dicabut, serta sifatnya yang abadi dan kemampuannya dalam menoleransi kondisi iklim.
Penelitian Achraf et al. (2010) menemukan bahwa tanaman rumput kuning berpotensi menjadi hiperakumulator logam berat, khususnya timah, dengan kemampuan mengumpulkan logam berat 100 hingga 1.000 kali lebih banyak dibandingkan tanaman lainnya.
Studi lanjutan yang dilakukan oleh Ariyachandra et al. (2023) mendukung hasil tersebut, menunjukkan bahwa data lapangan mampu mengekstraksi dan mengakumulasi berbagai logam berat, antara lain As, Cd, Pb, Rb, Sn, dan Zn.
Kemampuan tersebut membuka kemungkinan pemanfaatan rimpang di lapangan dalam fitoremediasi, termasuk pemanfaatan tanaman untuk membersihkan tanah yang terkontaminasi logam berat.
Meskipun teki ladang tergolong hiperakumulator, namun kemampuannya tidak menimbulkan efek sitotoksik atau merusak pertumbuhannya.
Tanaman ini bahkan dapat diidentifikasi sebagai tanaman penstabil sebagian besar logam berat.
Selain itu, Asia Tenggara, termasuk Malaysia, juga diakui sebagai pusat global dengan keanekaragaman investasi yang sangat terakumulasi.
Hipotesis mengapa hiperakumulator menyerap logam berat mencakup perlindungan terhadap herbivora dan kemungkinan dampaknya terhadap tanaman di sekitarnya.
Editor : Bahana.