Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Kalender Gregorian, Kalender Internasional Lengkap Dengan Faktanya..

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 27 Januari 2024 | 18:35 WIB
Ilustrasi Kalender Gregorian.
Ilustrasi Kalender Gregorian.

 

RADAR JOGJA – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalender merupakan daftar hari dan bulan dalam setahun.

Istilah kalender berasal dari kata ‘kalendae’ yang dalam bahasa Romawi Kuno artinya tanggal satu bulan.

Manusia menggunakan kalender untuk menetapkan tanggal yang berulang setiap tahunnya.

Sistem penanggalan kalender terbagi dalam beberapa jenis tergantung dasar perhitungannya.

Seperti kalender Masehi, kalender Hijriah, kalender Saka, dan lain sebagainya.

Kalender Gregorian digunakan sebagai dasar sistem penanggalan saat ini, yaitu kalender Masehi.

Kalender Gregorian adalah kalender yang menjadi standar penghitungan hari dalan skala internasional.

Kalender ini dihitung dengan berdasarkan pada pergerakan matahari yang siklusnya bertemu setiap 400 tahun.

Dalam kalender Gregorian satu tahun terdiri dari 365 hari.

Terdapat pengecualian tersendiri untuk bilangan tahun yang habis dibagi 4, di mana satu tahun berjumlah 366 hari. Tahun tersebut disebut dengan tahun kabisat.

Kalender ini telah berlaku sejak 15 Oktober 1582.

Kalender Gregorian merupakan modifikasi dari kalender Julian yang sudah dianggap tidak akurat.

Kalender Julian menetapkan bahwa dalam satu tahun terdiri dari 365 ¼ hari.

Angka tersebut tidak bulat, maka dibulatkan menjadi 365 hari.

Sisa hari yang disebabkan pembulatan tersebut, lantas menjadi satu hari terpisah yang muncul setiap 4 tahun sekali pada bulan Februari, atau tahun kabisat.

Fakta kalender Gregorian

  1. Kalender Gregorian merupakan kalender Julian yang disempurnakan.

Niat awal Julius Caesar yang hendak memperbaiki kalender Romawi masih kurang akurat dan tidak tepat.

Dengan dibantu oleh Luigi Giglio dan Christopher Clavius, Paus XII Gregorius mangambil keputusan untuk menghapus 10 hari dari kalender Julian, karena terjadi ketidakselarasan antara kalender tersebut.

Meskipun kalender yang diperbarui oleh Paus XII Gregorius tetap menggunakan dasar kalender Julian, kalender tersebut lebih dikenal sebagai kalender Gregorian atau kalender Masehi.

  1. Sistem tahun Kabisat juga diterapkan untuk menyeimbangkan penanggalan Gregorian

Tahun Kabisat atau leap year merupakan tahun yang mengalami penyesuaian berupa penambahan satu hari.

Cara ini diterapkan untuk menyesuaikan dengan kalkulasi tahun astronomi.

Penambahan satu hari ini terletak pada tanggal 29 Februari.

Tahun astronomi sendiri merupakan tahun yang memperhitungkan penanggalan astronomi secara presisi.

Secara astronomi, satu tahun Masehi adalah sebanyak 365 hari 5 jam 48 menit dan 45 detik.

Jika ini dibiarkan berlalu begitu saja, maka dalam waktu 4 tahun terdapat selisih satu hari.

Baca Juga: Wow...! Startup Asal California Ini Berhasil Mengolah Limbah Air Apartemen Jadi Minuman Bir. Kok Bisa?

  1. Telah digunakan secara umum dan luas sebagai penanggalan di seluruh dunia

Kalender Masehi Gregorian masih digunakan sebagai penunjuk waktu bagi banyak negara di seluruh dunia.

Tingkat akurasi dan perhitungan penanggalan yang seimbang berkat sistem Kabisat, telah memudahkan banyak negara dalam menyesuaikan waktu yang tepat.

  1. Beberapa singkatan penunjuk waktu dalam kalender Gregorian

Untuk memudahkan penyeragaman penamaan waktu diseluruh dunia, maka dibuatlah beberapa nama dan singkatan yang saat ini tentu sering kita dengar.

Mengutip Time And Date, beberapa penamaan dan singkatan itu antara lain: AD (Anno Domini/Year of The Lord), dikenal juga dengan "Masehi", adalah nama yang diberikan pada era atau waktu setelah kelahiran Yesus Kristus.

Kita saat ini hidup di zaman atau era Masehi.

BC (Before Christ), dikenal dengan "Sebelum Masehi", artinya masa atau era sebelum kelahiran Yesus Kristus.

CE (Common Era), maksudnya juga sama dengan AD, hanya saja pemakaian nama ini dicetuskan oleh kalangan Protestan Eropa yang bertujuan agar penamaan dalam penanggalan bisa terdengar lebih netral.

BCE (Before Common Era), yang artinya sama dengan BC, atau masa/era sebelum kelahiran Yesus Kristus. (Zulfa/Radar Jogja)

Baca Juga: Susu Kambing Vs Susu Sapi, Mana yang Lebih Unggul, Yuk Simak Ulasannya... 

 

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#2024 #fakta #Kalender Gregorian #tahun #kalender masehi #sejarah #dasar #internasional #sistem #penanggalan