RADAR JOGJA - PT Astra Motor Yogyakarta resmi mengenalkan produk barunya berupa sepeda motor listrik yakni Honda EM1 e: dan Honda EM1 e: Plus di Jogja City Mall, Sabtu (20/1). Meski merupakan kendaraan mini, kedua motor listrik itu tetap memiliki segudang fitur.
Network People Development Supervisor Astra Motor Yogyakarta Christa Adhi Darma mengatakan, EM1 e: dan EM1 e: Plus merupakan jenis motor compact atau motor berukuran kecil. Keduanya dibekali mesin bertenaga baterai dengan kecepatan maksimal 45 kilometer per jam, srta memiliki bagasi yang cukup luas.
Dia membeberkan kedua jenis motor ini tetap memiliki keunggulan dari segi keamanan yang hampir sama dengan motor konvensional Honda. Seperti penggunaan cakram pada rem depan, combi brake system, serta side stand switch atau dapat mati otomatis ketika menurunkan standar samping.
"Yang menjadi keunggulan EM1 e: dan EM1 e: Plus adalah lebih compact, safety, dan secara maintenance tidak jauh berbeda dengan yang compassion. Sehingga harapannya lebih mudah diterima oleh konsumen," ujar Christa saat ditemui.
Perbedaan versi EM1 e: dan EM1 e: Plus adalah dari kemampuan membawa barang. Khusus untuk EM1 e: Plus memiliki rear carrier yang memudahkan pengendaranya membawa barang tanpa mengurangi kenyamanan saat berboncengan.
Sementara dari segi warna, Honda EM1 e: memiliki tiga pilihan warna seperti Innovative White, Intelligent Matte Black dan Smart Red. Sementara untuk Honda EM1 e: PLUS hadir dengan pilihan warna Excellent Matte Silver. "Untuk harga EM1 e: Plus kami banderol Rp 46,628 juta dan untuk EM1 e: Rp. 46,128 juta," terang Christa.
Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro menambahkan, Honda EM1 e: dan EM1 e: Plus menggunakan baterai jenis lithium dan memiliki performa halus serta responsif. Selain itu, komponen yang ada dalam motor itu juga menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi.
Sehingga, konsumen tidak perlu khawatir dalam hal keamanan kendaraan. Pengisian daya baterai EM1 e: dan EM1 e:Plus juga cukup cepat. Pengisian daya 2,7 jam bisa mengisi baterai hingga kapasitas 25 persen sampai 75 persen dan 6 jam untuk 0 persen-100 persen.
"Sementara jika ingin ditinggal pergi jauh atau tidak digunakan dalam waktu lama, kapasitas baterai harus di angka 30 persen untuk menjaga kesehatan baterai serta komponen kelistrikannya," terang Danang. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita