Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perdana Menteri Israel Tolak Seruan Amerika Serikat Untuk Membangun Negara Palestina

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 19 Januari 2024 | 22:15 WIB

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AP News)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AP News)


RADAR JOGJA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan Amerika Serikat untuk membangun negara Palestina.

Dia berjanji serangan di Gaza akan terus berlanjut selama berbulan-bulan.


Pada hari Kamis lalu (18/1/2024), Netanyahu menyampaikan pernyataan melalui konferensi pers yang disiarkan secara nasional.

Ia mengatakan dengan nada menantang bahwa Israel tidak akan menghentikan serangannya sampai mencapai tujuan untuk menghancurkan kelompok militer Hamas dan memulangkan semua sandera yang tersisa.


“Kami tidak akan puas dengan kemenangan mutlak” kata Netanyahu.


Menurut kementrian kesehatan yang dikelola Hamas, hal tersebut terjadi saat Amerika Serikat mendesak Israel untuk mengurangi serang militer yang dilakukan hingga menewaskan sekitar 25.000 warga Palestina.


Satu hari sebelumnya, Antony Blinken, Menteri luar negri Amerika serikat mengatakan bahwa solusi dua negara adalah cara terbaik untuk melindungi Israel, menyatukan negara-negara Arab moderat dan mengisolasi Iran.


Pada konferensi yang sama, menteri luar negri Arab Saudi, Faisal bin Farhan al Saud, mengatakan bahwa negaranya akan menjalin hubungan penuh dengan Israel sebagai bagian dari perjanjian politik, namun hal ini hanya bisa terjadi melalui perdamaian untuk Palestina, melalui negara Palestina.


Perdana Mentri Israel Netanyahu sempat menantang mengenai solusi dua negara dan mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi landasan serangan terhadap negaranya.


Matthew miller, Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengatakan, meskipun terjadinya perdebatan, negaranya akan tetap berpihak dan mendukung Israel.


Sebelum serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, warga Israel terpecah belah atas rencana Netanyahu untuk melakukan perombakan hukum, namun negara tersebut kemudian mendukung perang tersebut. (Firda/Radar Jogja)

Baca Juga: Ini Profil Siklon Tropis Anggrek, Ekornya Bikin Hujan Lebat Sejumlah Wilayah di Indonesia

Editor : Meitika Candra Lantiva
#perang Israel dan Hamas #Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu #membangun negara Palestina #seruan #menolak #Amerika Serikat