RADAR JOGJA - Elon Musk dilaporkan menggunakan obat-obatan terlarang.
Hal ini menjadi bumerang dan membuat anggota dewan direksi Tesla Inc dilema.
Pasalnya mereka harus memutuskan, tindakan apa yang akan dilakukan terhadap kepala eksekutif (Elon Musk) itu.
Sebab jika dibiarkan saja bisa berdampak besar pada resiko keuangan perusahaan.
Tak hanya beresiko pada saham namun bisa bersinggungan langsung dengan hukum yang besar.
Terlebih Elon Musk menempatkan direktur dan pemegang saham.
Surat kabar harian internasional New York City The Wall Street Journal merilis sebuah artikel yang menggambarkan sejarah Musk sering menggunakan narkoba dan konsumsi ketamin terus menerus.
Tentu, ini menjadi ujian terbaru bagi para anggota dewan yang dipenuhi pengikut-pengikut Musk.
Melansir dari Bloombergtechnoz.com, beberapa bulan lalu mereka (anggota dewan direksi Tesla Inc) setuju mengembalikan US$735 juta untuk menyelesaikan gugatan.
Mereka telah memberikan kompensasi berlebihan hingga pemegang saham menyatakan ketidakpuasan terhadap keputusan dewan tahun lalu terkait rencana suksesi Tesla.
Mereka menuding Musk terganggu oleh komitmennya terhadap perusahaan lain.
Jika mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, pengambilalihan Twitter Inc, yang kacau pada 2022, menyebabkan Tesla kehilangan kapitalisasi pasar tahun itu sebesar US$672 miliar.
Sebelumnya, para direktur melakukan litigasi terkait upaya Musk yang gagal untuk menjadikan Tesla sebagai milik pribadi pada 2018.
Di tahun yang sama, para direktur juga dihadapkan dengan kontroversi Musk.
Berawal dari ketika Musk memanggil seorang penjelajah gua yang terlibat dalam penyelamatan tim sepak bola muda di Thailand. Kala itu menjadi sorotan sebagai pedofil.
Mereka juga memberikan kesaksian dalam proses paket kompensasi US$55 miliar yang mereka susun untuk Musk pada 2018.
Selain itu, juga dalam persidangan yang menantang akuisisi SolarCity yanag nilainya mencapai US$2,6 miliar oleh Tesla.
Penyedia listik yang sedang menghadapi kesulitan. Kemudian diakuisisi dan dijalankan oleh sepupu Musk.
Dilaporkan oleh Wall Street Journal, Musk dikatakan menggunakan LSD, kokain, ekstasi, dan jamur psikedelik.
Obat-obatan terlarang itu seringkali dikonsumsi Musk dalam pesta-pesta pribadi.
Ini bukan kali pertama Tesla berurusan dengan masalah narkoba.
Beberapa minggu setelah New York Times melaporkan pada Agustus 2018 bahwa direktur-direktur telah menyatakan kekhawatiran terhadap penggunaan Ambien oleh Musk.
Namun Musk justru melontarkan pernyataan-pernyataan terkait ganja di podcast komedian Joe Rogan.
Meski demikian Elon Musk menyangkal dirinya memakai narkoba. Dia juga berdalih tidak ada sedikit pun obat-obatan terlarang dan alkohol di darahnya pada pemeriksaan tiga tahun terakhir.
"Setelah satu isapan dengan Rogan, saya setuju, atas permintaan NASA, untuk melakukan pengujian obat secara acak selama 3 tahun. Bahkan tidak ditemukan sedikit pun narkoba atau alkohol," bebernya Minggu (7/1/2024), merujuk pada insiden merokok ganja di acara Podcast Joe Rogan, 2018 dikutip dari CNN Indonesia.