RADAR JOGJA - Kawasan Giwangan, Yogyakarta, menjadi pusat perhatian pagi ini ketika tumpukan sampah yang signifikan terlihat di sepanjang jalan.
Kejadian ini menjadi sorotan setelah sejumlah postingan di media sosial mengungkapkan kekhawatiran akan dampak buruknya terhadap keselamatan pengendara.
Pembuangan sampah yang sembrono di pinggir jalan diketahui dapat membahayakan pengguna jalan.
Dalam postingan yang diunggah oleh akun @merapi_uncover, salah satu warganet dengan username @rohman_mh menyampaikan kekhawatiran, "Pas tikungan kadang sampe tengah sampahe, membahayakan pengendar."
Baca Juga: Woww... ! Libur Nataru, Sampah di Destinasi Wisata Gunungkidul Membludak. Begini Jumlah Volumenya !
Video dalam postingan tersebut memperlihatkan tumpukan sampah yang meliputi sepanjang jalan tersebut.
Postingan tersebut mendapatkan respons besar dari warganet yang khawatir akan potensi bahaya yang dapat timbul.
Salah satu akun, @adenhafy, memberikan klarifikasi, "Ralat min, bukan pagi ini tapi 24 jam seperti itu."
Komentar ini menunjukkan bahwa permasalahan penumpukan sampah di kawasan tersebut mungkin sudah berlangsung dalam kurun waktu yang lebih lama.
Warganet juga mengingatkan pada kejadian serupa pada 8 Oktober 2023, di mana penumpukan sampah terjadi sekitar jalan sudut Kotabaru Yogya sebelah kampus V Universitas Sananta Darma.
Saat itu, tumpukan sampah cukup panjang dan memenuhi pinggir jalan, menciptakan kondisi berpotensi membahayakan.
Kekhawatiran masyarakat terhadap penumpukan sampah di Giwangan Yogyakarta tidak hanya terkait dengan estetika lingkungan, tetapi juga mengingatkan akan potensi bahaya lalu lintas.
Dikhawatirkan bahwa penumpukan sampah ini dapat mengganggu aktivitas pengendara dan bahkan memicu sampah berserakan di jalan, meningkatkan risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menangani masalah ini.
Pemantauan dan penanganan yang efektif diharapkan dapat mencegah peningkatan penumpukan sampah yang dapat membahayakan keselamatan para pengendara.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar pelaku yang tidak bertanggung jawab dapat diidentifikasi dan diambil tindakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Editor : Bahana.