Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kontroversi Film Guinea Pig: The Flower of Flesh and Blood di 1985, Diselidiki FBI karena Diduga Bunuh Orang Asli

Juliana Belence • Rabu, 10 Januari 2024 | 19:17 WIB

 

sumber gambar IMDb
sumber gambar IMDb

RADAR JOGJA – Pada tahun 1985 silam, film pendek Jepang berjudul “Guinea Pig: The Flower of Flesh and Blood” yang disutradarai oleh Hideshi Hino menciptakan gelombang kontroversi yang tidak terduga.

Melansir dari Movieindozone, meskipun memiliki jalan cerita sederhana tentang seorang perempuan yang diculik oleh seseorang berpenampilan samurai, film ini dikenal karena serangkaian adegan sadis yang terlihat sangat nyata.

Mengutip akun Instagram t4hukah_kamu, kontroversi film makin mencuat ketika salah satu aktor Hollywood terkenal, Charlie Sheen, mencurigai bahwa film ini mungkin melibatkan tindakan kekerasan yang nyata dan bahkan pembunuhan.

Pernyataan kontroversial ini membuat otoritas Amerika Serikat terlibat, dan FBI (Federal Bureau of Investigation) pun diterbangkan ke Jepang untuk melakukan penyelidikan langsung terhadap produksi film tersebut.

Sutradara Hideshi Hino pun terpaksa memberikan rekaman di balik layar untuk membuktikan bahwa semua adegan dalam film ini merupakan hasil rekayasa dan tidak melibatkan tindakan kekerasan yang sebenarnya.

Dalam penyataannya, Hino menegaskan bahwa semua aktor yang terlibat dalam produksi film ini tidak mengalami cedera atau bahaya serius.

Meskipun demikian, film ini tetap menjadi sorotan kontroversial dan menunjukkan sejauh mana seni visual dapat mengejutkan penonton hingga meresahkan pihak berwenang.

Selain itu, insiden ini juga mencerminkan dampak global dari karya seni yang kontroversial sampai memicu respons yang melibatkan lembaga penegak hukum internasional.

Editor : Bahana.
#Film #fbi #Guinea Pig