Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Museum Unik di Washington, Pamerkan 150 Produk Gagal

Fatimah Rizqi Zanjabil • Jumat, 29 Desember 2023 | 04:23 WIB

potret koleksi yang ada di Museum of Failure(getty images)
potret koleksi yang ada di Museum of Failure(getty images)

RADAR JOGJA - Umumnya museum dirancang untuk menampilkan atau memamerkan berbagai macam keindahan dari sebuah karya.

Namun berbeda dengan Museum of Failure, dimana museum ini memiliki konsep dan ide yang unik, yaitu dengan menampilkan karya yang gagal dalam berinovasi.

Samuel West, seorang psikolog dan peneliti inovasi dari University of Lund, Swedia, yang memaknai museum dengan cara yang unik.

West membangun Museum of dengan tujuan sebagai bentuk apresiasi atas arti penting kegagalan dalam proses inovasi.

Pameran Museum of Failure melakukan serangkaian pertunjukan perdana di Kanada.

Galery ini diresmikan pada perayaan Canada Day di Southcentre Mall dan memperlihatkan lebih dari 150 produk serta layanan yang gagal untuk disaksikan, diejek, dan dipelajari oleh publik.

Harapan dari pameran ini adalah keinginan pemiliknya.

Museum of Failure berawal dari minat West terhadap psikologi di balik kegagalan.

Dirinya pun kemudian mengumpulkan beragam produk gagal yang lalu dipamerkan di museum tersebut.

Museum Of Failure ini memuat berbagai koleksi produk yang gagal dengan harapan dapat memberikan inspirasi bahwa inovasi memerlukan keberanian menghadapi risiko dan terkadang disertai dengan kegagalan.

Adapun beberapa koleksi yang disimpan di museum ini berupa Coca-cola, Ikea Air, Apple Pippin, ESPN mobile,kursi hawai,edsel,Sony Betamax, Harley-Davidson Perfume,Kodak Digital Camera, Google Class dan masih banyak lainya.

Pameran ini tidak hanya menyoroti produk yang kurang berhasil, tetapi juga mencakup kisah para inovator dan perusahaan di balik setiap kegagalan.

Dengan demikian, Museum Kegagalan Washington tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran bagi para pengunjung.

Editor : Bahana.
#museum unik