Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terbukti Jual Bantuan Bapok, Dinsos Kota Magelang Bakal Beri Sanksi

Naila Nihayah • Rabu, 13 Desember 2023 | 03:54 WIB
ARAHAN: Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz saat memberikan paparan mengenai bantuan permakanan kepada para penerima manfaat.
ARAHAN: Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz saat memberikan paparan mengenai bantuan permakanan kepada para penerima manfaat.

RADAR JOGJA - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang bakal menindak tegas bagi penerima manfaat bantuan kebutuhan pokok jika terbukti menjualnya. Mereka tidak akan mendapat bantuan lagi dan dicoret sebagai penerima manfaat bantuan tersebut. Sanksi itu dirasa perlu agar bantuan yang diberikan, tidak disalahgunakan.

Kepala Dinsos Kota Magelang Bambang Nuryanta menuturkan, ada 10.692 penerima manfaat bantuan permakanan dari 3.494 KK. "Harapannya, mereka tidak menjual bantuan ini. Kalau ketahuan, ke depan, mungkin mereka tidak akan mendapat bantuan lagi," ujarnya di GOR Samapta, Selasa (12/12).

Sebab, kata dia, kegiatan ini bertujuan untuk menambah nutrisi dari para penerima manfaat. Jika bantuan itu dijual, praktis mereka dinilai sudah tidak membutuhkannya. Sehingga berpotensi untuk tidak mendapat bantuan di tahun berikutnya.

Dia mengutarakan, kegiatan kni merupakan tugas dinsos untuk mendukung pengurangan kemiskinan Kota Magelang. Kemudian, mengurangi beban hidup masyarakat. Penyaluran bantuan permakanan ini, dilaksanakan tiga kali pada 2023. Sedangkan kali ini, kata dia, menjadi tahap terakhir penyaluran bantuan.

Hanya saja, para penerima manfaat itu, harus sudah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Dan ini tugas dinsos sebagai OPD, untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, yaitu dengan pemberian kebutuhan pokok," paparnya.

Adapun kebutuhan pokok yang disalurkan berupa satu liter minyak goreng, 2,5 kilogram (kg) beras, satu kg telur ayam, dan tiga kg gula pasir per jiwa. "Kalau misalnya ada satu keluarga dengan dua orang yang sudah masuk DTKS, itu kami berikan dua paket. Tergantung (jumlah) jiwa dalam KK," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz berharap, bantuan yang diberikan ini menjadi satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan. "Dan membuat panjenengan sejahtera. Ini untuk mengurangi beban hidup," ujarnya.

Di saat bersamaan, lanjutnya, pemberian bantuan ini untuk mengetuk kepedulian masyarakat. Utamanya penerima bantuan terhadap sesama. "Saya ingin tahu kepedulian panjenengan untuk sesama. Bagaimana kepedulian kalau ada tetangga yang sakit, dan lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, warga Rejowinangun Selatan Eni Kistiyah mengaku senang dengan bantuan yang diberikan. Karena dapat bermanfaat bagi keluarganya dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Kalau saya, dapat tiga paket karena satu KK ada tiga orang," ungkapnya.

Dia berharap, bantuan seperti ini akan terus digelontorkan pemerintah. Mengingat banyak masyarakat yang masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. "Kalau bisa, ya berlanjut (bantuannya) bagi masyarakat yang kurang mampu seperti kami sekeluarga," sambungnya. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#bansos #Dinsos Kota Magelang