Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Jenazah Ditemukan di Bak Air UNPRI Medan: Kampus Enggan Buka Pintu bagi Penyelidikan Polisi!

Cici Jusnia • Selasa, 12 Desember 2023 | 22:22 WIB
Ilustrasi tenggelam. (Istimewa)
Ilustrasi tenggelam. (Istimewa)

RADAR JOGJA - Baru-baru ini, warga Medan dihebohkan dengan viralnya sebuah video yang menunjukkan bak mandi di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan yang berisi mayat manusia.

Video ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @net2netnews dan dengan cepat menyebar di berbagai grup WhatsApp serta media sosial lainnya.

Dalam video yang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terlihat sebuah bak air berwarna biru yang ditutup dengan beberapa balok bata putih.

Saat dibuka, ternyata bak tersebut berisi dua mayat manusia, namun identitas keduanya masih belum diketahui.

"Video ini memperlihatkan diduga ada mayat lebih dari satu, di bak penampungan air di lantai 9 Universitas Prima Indonesia di Medan," tulis akun @net2netnews dalam unggahannya.

Pihak kepolisian segera merespons setelah mengetahui kejadian tersebut.

Namun, ketika hendak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak UNPRI Medan dilaporkan menolak kedatangan polisi.

"Pihak kampus Unpri tidak kooperatif karena sempat menolak pada saat kita mau lakukan olah TKP," ungkap Kompol Teuku Fathir Mustafa, Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Meski ditolak, polisi tetap menerobos masuk ke dalam gedung dan langsung menuju lokasi yang diperkirakan menjadi tempat mayat berada.

Sayangnya, ketika mereka sampai di lantai sembilan, lokasi tersebut sudah bersih dan tidak ada lagi bak air tempat mayat tersebut ditemukan.

Pihak UNPRI Medan melalui kuasa hukumnya menyatakan bahwa mereka menolak kedatangan polisi karena keberatan dan meminta izin dari Ketua Pengadilan Negeri Medan sebelum melakukan penggeledahan.

"Ini katanya polisi memang mau melakukan penggeledahan. Cuma tadi saya sudah katakan bahwa kami keberatan. Karena harus ada izin dari Ketua PN Medan," ucap Herman Brahmana, penasehat hukum UNPRI Medan.

Belum diketahui dengan pasti asal-usul video tersebut, namun pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait kasus ini.

Masyarakat pun turut angkat bicara di media sosial, menyampaikan kekhawatiran dan keraguan terhadap transparansi investigasi yang dilakukan oleh pihak UNPRI.

Netizen menyuarakan keprihatinan mereka melalui komentar di berbagai platform sosial.

Salah satu netizen, @you_meymey, menyatakan, "Klo TKP dah di bersihin psti susah bongkar kasus," sementara @mbah_weng menulis, "TKP nya dibersihkan ?? hmmmmmm......"

Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka akan menindak siapapun yang menghalangi penyelidikan.

"Siapa yang menghalangi penyelidikan akan ditindak sesuai aturan berlaku," ucap Kompol Teuku.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa mengerikan ini.

 
Editor : Bahana.
#unpri