Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Perang, Rusia Krisis Populasi : Putin Seru Wanita Rusia Lahirkan 8 Anak

Fatimah Rizqi Zanjabil • Minggu, 10 Desember 2023 | 20:00 WIB
businessider.com (momen Presiden putin tampil pada kongres rakyat Rusia sedunia ke-15 di Istana Negara Kremlin)
businessider.com (momen Presiden putin tampil pada kongres rakyat Rusia sedunia ke-15 di Istana Negara Kremlin)

RADAR JOGJA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada para wanita Rusia agar melahirkan setidaknya delapan anak per keluarga.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas menurunnya populasi penduduk Rusia sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Dilansir dari laman businessider.com, Jum;at (8/12) Hal ini ia ungkapkan saat berbicara di World Council of the Russian People baru-baru ini.

“Banyak nenek dan nenek buyut kita yang memiliki tujuh, delapan, atau bahkan lebih anak,” ucap Putin.

Putin menyatakan negara tersebut hendaknya kembali ke masa dimana keluarga besar merupakan hal yang lumrah.

“ Mari kita melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi luar biasa ini. Keluarga besar harus menjadi norma, cara hidup bagi seluruh rakyat Rusia. Keluarga bukan sekadar fondasi negara dan masyarakat; keluarga adalah fenomena spiritual, sumber moralitas,” lanjut Putin.

“ Melestarikan dan meningkatkan populasi Rusia adalah tujuan kami untuk beberapa dekade mendatang dan bahkan generasi mendatang. Ini adalah masa depan dunia Rusia, Rusia abadi yang berusia millennium,” jelasnya.

Pernyataan Putin tersebut disampaikan menyusul penurunan angka kelahiran di Rusia selama beberapa dekade, yang berujung pada invasi Rusia ke Ukraina dan krisis ekonomi yang ditimbulkan.

Tercatat, populasi penduduk Rusia turun sekitar 550.000 jiwa setelah tahun pertama invasi, sehingga menyebabkan sebagian besar warga enggan memiliki anak ditengah situasi krisis ekonomi dan konflik.

Ramai kalangan meyalahkan konflik di Ukraina sebagai faktor penyebab menurunnya angka kelahiran dan melonjaknya angka kematian.

Hal ini membuat popularitas Presiden Rusia Vladimir Putin menurun menjelang pemilihan umum pada Maret 2024.

Terhitung sejak berkuasa 24 tahun yang lalu, Putin terus berupaya mendorong angka kelahiran di Rusia melalui serangkaian insentif dari pemerintah terhadap mereka yang mempunyai anak, termasuk subsidi untuk keluarga yang mempunyai lebih dari satu anak.

Meski begitu, upaya ini tidak berdampak banyak, berdasarkan data Rosstat, badan statistik federal Rusia, jumlah penduduk Rusia per 1 Januari 2016 mencapai 146.447.424 jiwa, menurun dibandingkan pada 1999 saat Putin pertama kali terpilih sebagai presiden.

Putin sendiri diyakini mempunyai setidaknya 6 anak dari tiga pasangan. Kendati ia hanya mengakui dua anak perempuan secara terbuka.(Fatimah Rizqi Z)

Editor : Bahana.
#Perang Rusia - Ukraina #lahirkan anak #krisis