GUNUNGKIDUL - Warga Blimbing, Girisekar, Panggang terdampak kemarau panjang.
Penduduk minta hujan dengan ritual yang mereka namakan Serabi Kocor.
Salah satu tradisi Islam yang dipercaya warga setempat dari ajaran Wali Songo Sunan Kalijaga.
Perjalanan hidup tokoh Wali Songo kuat tertancap dalam ingatan warga setempat.
Kubah masjid atau mustaka dari gerabah, serta sumber mata air adalah di antara peninggalan sejarah sosok pembawa syiar agama Islam yang masih ada di situ.
Kemudian, upacara adat Serabi Kocor minta hujan juga bagian tak terpisahkan dari ajaran Sunan Kalijaga setelah salat istisqa.
Masih lestari sampai hari ini. Pada Jumat (1/12/2023), warga setempat berkumpul di Masjid Sunan Kalijaga.
"Sebentar lagi musim panen. Agar diberikan kelancaran dalam bercocok tanam kami menggelar upacara Serabi Kocor," kata Dukuh Blimbing Dwi Wardani Minggu (3/12/2023).
Dia menjelaskan, upacara adat rutin diselenggarakan setiap tahun pada musim kemarau panjang.
Menu serabi yang ketika dimasak tidak boleh dicicipi, dibawa warga menuju Masjid Sunan Kalijaga bersama dengan cendol dawet tanpa santan.
"Tradisi ini diawali dengan menggelar salat istisqa," ujarnya.
Baca Juga: Mau Tahun Baruan di Jogja? Siap-Siap Menghadapi Ini. Salah Satunya, Kemacetan Luar Biasa
Salat istisqa merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan umat Islam untuk meminta hujan kepada Allah SWT.
Mengekor ajaran tokoh Wali Songo Sunan Kalijaga, ada tambahan ritual cendol dawet.
"Tradisi Serabi Kocor warga Blimbing sebagai sarana meminta hujan," ucapnya.
Di antaranya ada sesaji berupa jenang dan beras ketan digoreng.
Lalu menu makanan sego uduk atau nasi gurih lengkap dengan ingkung ayam.
Setelah proses salat istisqa selesai dipandu oleh rois, acara dilanjutkan dengan ritual cendol dawet.
"Jamaah keliling Masjid Sunan Kalijaga menyiramkan cendol dawet ke atap masjid," ungkapnya.
Berlarian keliling masjid dan terus menyiramkan cendol dawet sampai habis dimulai dari sebelah lor wetan atau timur laut.
Tua muda anak-anak nampak gembira bersorak sorai.
"Setelah selesai, dilanjut kenduri nasi ingkung untuk warga. Malam harinya alhamdulillah mendung tebal dan gerimis turun," bebernya.
Sebelumnya, Takmir Masjid Sunan Kalijaga Anwar Samidi mengaku bersyukur hingga sekarang syiar agama Islam masih berkumandang.
Jamaahnya terdiri dari 4 Rukun Tetangg dan sekitar 100 kepala keluarga (KK).
"Dinamakan Masjid Sunan Kalijaga karena yang mendirikan (masjid) Sunan Kalijaga," ungkapnya. (gun/iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin