RADAR JOGJA - Peran wanita dalam monarki Eropa semakin terlihat kuat dan penting. Di tengah perubahan sosial dan budaya yang terus berlangsung, ada sejumlah putri muda yang bersiap-siap untuk naik takhta di beberapa negara Eropa.
Mereka mempersiapkan diri untuk mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan.
Berikut ini adalah potret singkat dari lima putri Eropa yang akan menjadi penguasa di masa depan:
1. Putri Elisabeth – Kerajaan Belgia
Putri Elisabeth adalah putri sulung Raja Philippe dan Ratu Mathilde.
Hukum yang melarang perempuan menjadi raja dicabut pada tahun 1991.
Elisabeth akan menjadi ratu pertama Belgia.
Ayahnya menjadi raja pada tahun 2013 setelah ayahnya, Albert II, turun tahta.
Lahir pada 25 Oktober 2001 di Brussel, sekarang ini ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Oxford setelah menyelesaikan sekolahnya di Wales.
2. Putri Victoria – Kerajaan Swedia
Putri Mahkota Victoria adalah putri tertua dari Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia.
Setelah Swedia mengubah hukum suksesi pada tahun 1980, ia akan mewarisi takhta kerajaan tanpa memandang jenis kelamin.
Nantinya, ia akan menjadi ratu ketiga Swedia, dan ratu pertama sejak hampir tiga abad terakhir.
Saat ini berusia 46 tahun, ia menikah dengan mantan pelatih olahraganya, Daniel Westling, pada tahun 2010, dan terbukti berhasil mengungguli ayahnya dalam berbagai popularitas serta dipuji karena kompetensi dan dedikasinya.
3. Putri Catharina-Amalia – Kerajaan Belanda
Putri Catharina-Amalia Amalia adalah anak sulung Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima, dan sekaligus akan menjadi ratu keempat sejak nenek buyutnya, Wilhelmina, menjadi ratu pertama Belanda pada tahun 1890.
Di sisi lain, Amalia-yang memiliki dua adik perempuan, Putri Alexia dan Ariane-adalah putri Belanda pertama yang menempati posisi dalam garis suksesi sejak lahir; ia lahir pada tahun 2003, dua dekade setelah Belanda merubah konstitusinya pada tahun 1983 untuk mematuhi hak mutlak anak sulung.
Sebagai pewaris tahta, ia bergelar Putri Oranye.
4. Putri Leonor – Kerajaan Spanyol
Putri Leonor menyandang gelar Putri Asturias. Dia adalah putri sulung Raja Felipe VI dan Ratu Letizia, yang juga memiliki seorang putri yang lebih muda bernama Sofia.
Dirinya baru saja melakukan sumpah konstitusinya pada ulang tahunya yang ke 18 pada 31 Oktober 2023.
Menurut konstitusi Spanyol, seorang wanita hanya dapat mewarisi takhta jika ia tidak memiliki saudara laki-laki.
Leonor nantinya akan menjadi Ratu Spanyol pertama yang menjadi kepala negara perempuan sejak pemerintahan Isabella II dari tahun 1833 hingga 1868.
5. Putri Ingrid – Kerajaan Norwegia
Putri Ingrid Alexandra adalah putri mahkota Norwegia, dan dia adalah pewaris takhta Norwegia yang akan datang.
Ia adalah cucu dari Raja Harald V dan Ratu Sonja.
Putri Ingrid Alexandra berada di posisi kedua pewaris takhta Norwegia, menyusul ayahnya, Putra Mahkota Haakon.
Ia akan diperkirakan menjadi ratu kedua Norwegia setelah Margaret I yang memerintah pada akhir abad ke-14 – 15 persatuan Norwegia,Denmark,dan Swedia.
Sejak Norwegia mengubah konstitusinya pada tahun 1990 untuk mengikuti hak mutlak anak sulung, Ingrid Alexandra tetap berada di depan adik laki-lakinya, Pangeran Sverre Magnus, dalam garis suksesi.
Itulah deretan putri dari kerajaan Eropa yang siap naik takhta . Mereka bukan hanya simbol masa depan negara mereka, tetapi juga representasi dari kekuatan, kepemimpinan, dan harapan yang melekat pada generasi muda di seluruh Eropa.(Fatimah Rizqi Z)
Editor : Bahana.